Spesialis Maling Motor di Halaman Rumah dan Pinggir Jalan Ditangkap

Kompas.com - 05/06/2013, 15:44 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor roda dua yang ditinggalkan pemilik di halaman rumah atau di pinggir jalan ditangkap aparat Polda Metro Jaya, Kamis (30/5/2013). Kedua pelaku berinisial A dan AS, yang berprofesi sebagai petani, itu menyimpan sebuah senjata api rakitan.

"Mereka spesialis mengambil kendaraan bermotor di pinggir jalan atau di depan rumah," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Rabu (5/6/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Menurut Rikwanto, kedua pelaku tersebut ditangkap di sebuah pasar Inpres di wilayah Grogol, Jakarta Barat. Para pelaku biasa melakukan pencurian di wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang. Dalam aksinya, para pelaku tidak segan melukai korban. Polisi juga menemukan senjata api rakitan di rumah kos pelaku di wilayah Jakarta Barat.

"Dari kos mereka ditemukan benda berbentuk senjata yang dibuka ada pisau, kemudian ada kunci letter T, dan ada sebuah senjata api rakitan," ujar Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Helmi Santika.

Helmi mengatakan, kedua tersangka mengaku memperoleh senjata api rakitan itu dari seorang penyedia berinisial HS yang belum tertangkap. "Penadah (barang curian) dan penyedia kita masih melakukan pencarian, termasuk barang bukti sepeda motor akan dijual ke mana. Ini masih dicari oleh tim," ujar Helmi.

Polisi masih melakukan pendalaman atas penangkapan kedua tersangka dengan kelompok jaringan pencurian kendaraan bermotor lain. Helmi mengatakan, karena pelaku menggunakan senjata api, polisi akan lakukan pengembangan ke kelompok pelaku lain.

Saat ini polisi petugas telah menyita barang bukti berupa 1 sepeda motor hasil kejahatan, 10 kunci letter T, dua buat tas, 1 senjata api genggam rakitan dengan 4 butir peluru, 2 gunting, 2 kepala kunci, 1 ponsel BlackBerry Onyx, dan 1 pucuk senjata api. Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara serta Pasal 1 dan 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman 10 tahun penjara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Ada Siaran Langsung, Masyarakat Tak Bisa Saksikan Pemilihan Wagub DKI

Tak Ada Siaran Langsung, Masyarakat Tak Bisa Saksikan Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Wali Kota Minta Restoran dan Rumah Makan di Depok Tak Layani Makan di Tempat

Pandemi Covid-19, Wali Kota Minta Restoran dan Rumah Makan di Depok Tak Layani Makan di Tempat

Megapolitan
1.151 Pasien Positif Covid-19 di Jakarta, Ini 14 Kelurahan dengan Kasus Terbanyak

1.151 Pasien Positif Covid-19 di Jakarta, Ini 14 Kelurahan dengan Kasus Terbanyak

Megapolitan
Pemkot Klaim Kampung Siaga Covid-19 Sudah Jangkau 80 Persen Wilayah Depok

Pemkot Klaim Kampung Siaga Covid-19 Sudah Jangkau 80 Persen Wilayah Depok

Megapolitan
Begini Mekanisme Pemilihan Wagub DKI di Tengah Pandemi Covid-19

Begini Mekanisme Pemilihan Wagub DKI di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi Tindak Warga Berkerumun meski Belum Ditetapkan PSBB, Ini Penjelasan Kepolisian

Polisi Tindak Warga Berkerumun meski Belum Ditetapkan PSBB, Ini Penjelasan Kepolisian

Megapolitan
11 Pasar Tradisional Kota Bekasi Segera Terapkan Sistem Jual Beli Online

11 Pasar Tradisional Kota Bekasi Segera Terapkan Sistem Jual Beli Online

Megapolitan
Gedung Bekas Rumah Sakit Akan Dijadikan Ruang Isolasi Kasus Covid-19, Warga Kedaung Pamulang Menolak

Gedung Bekas Rumah Sakit Akan Dijadikan Ruang Isolasi Kasus Covid-19, Warga Kedaung Pamulang Menolak

Megapolitan
1.151 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 202 Kelurahan, Ini Rinciannya

1.151 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 202 Kelurahan, Ini Rinciannya

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 di Jakarta: 1.151 Positif, 64 Sembuh, 123 Meninggal

[UPDATE] Covid-19 di Jakarta: 1.151 Positif, 64 Sembuh, 123 Meninggal

Megapolitan
Kisah Kevin, Jadi Petugas Misa Live Streaming untuk Pelayanan Umat yang Berada di Rumah

Kisah Kevin, Jadi Petugas Misa Live Streaming untuk Pelayanan Umat yang Berada di Rumah

Megapolitan
Di Tengah Pandemi Corona, Pemilihan Wagub DKI Tetap Dilaksanakan Siang Ini

Di Tengah Pandemi Corona, Pemilihan Wagub DKI Tetap Dilaksanakan Siang Ini

Megapolitan
Awas, Lupa Pakai Masker Bakal Dilarang Naik MRT

Awas, Lupa Pakai Masker Bakal Dilarang Naik MRT

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tangkap Masyarakat yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

Pemkot Bekasi Akan Tangkap Masyarakat yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

Megapolitan
Hari Ini Jangan Lupa Pakai Masker Sebelum Naik MRT

Hari Ini Jangan Lupa Pakai Masker Sebelum Naik MRT

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X