Basuki: Mau Rapikan Jakarta? Setengahnya Harus Dibakar!

Kompas.com - 05/06/2013, 21:27 WIB
|
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, Kota Jakarta menjadi tidak tertata karena peraturan dan implementasinya selama berpuluh-puluh tahun, misalnya pembangunan gedung di ruang terbuka hijau. 

"Peraturan 40 tahun, itu semuanya sudah salah. Kamu mau bongkar? Kalau kamu mau bersihkan Jakarta? Setengahnya harus kita bakar," ujar Basuki, menanggapi pertanyaan wartawan, di Balaikota Jakarta, Rabu (5/6/2013) malam.

Ahok pun menyatakan, ia dan Gubernur Joko Widodo berkomitmen menata Jakarta, yang sejauh ini tampak dari normalisasi sunga-sungai, relokasi warga bantaran, pembangunan rumah susun, penataan perkampungan, dan pembelian lahan untuk dijadikan ruang terbuka hijau dan resapan air.

Mengenai warga yang menolak direlokasi, Ahok mengatakan, "Kami sudah sediakan rusun bagi mereka yang tidak punya rumah. Jangan meminta uang kerahiman kepada kami karena lahan yang Anda duduki itu lahan negara. Makanya sekarang kita kebut dan lakukan bertahap untuk fokus normalisasi sungai dan waduk dulu," tandas Basuki.


Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kebakaran Rumah Semi Permanen di Serpong Hanguskan 4 Kambing dan 1 Motor

    Kebakaran Rumah Semi Permanen di Serpong Hanguskan 4 Kambing dan 1 Motor

    Megapolitan
    Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi Permanen di Serpong Hangus Terbakar

    Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi Permanen di Serpong Hangus Terbakar

    Megapolitan
    Begini Cara Mengurus Surat Tanah yang Hilang atau Rusak

    Begini Cara Mengurus Surat Tanah yang Hilang atau Rusak

    Megapolitan
    Viral Polisi Pakai Jaket dan Helm Ojol Berhentikan Pengendara Nmax, Begini Ceritanya

    Viral Polisi Pakai Jaket dan Helm Ojol Berhentikan Pengendara Nmax, Begini Ceritanya

    Megapolitan
    Kadisbud DKI Bersikukuh Rekomendasi Formula E di Monas dari TSP Bukan TACB

    Kadisbud DKI Bersikukuh Rekomendasi Formula E di Monas dari TSP Bukan TACB

    Megapolitan
    Jakpro Tentukan Tipping Fee Sampah di ITF Sunter, Rp 583 Ribu Per Ton

    Jakpro Tentukan Tipping Fee Sampah di ITF Sunter, Rp 583 Ribu Per Ton

    Megapolitan
    Pembuat Video Rekayasa Perkelahian di Thamrin: Saya Menyesal

    Pembuat Video Rekayasa Perkelahian di Thamrin: Saya Menyesal

    Megapolitan
    Panitia Pemilihan Wagub DKI Segera Dibentuk, Ketuanya Tak Boleh dari Tiga Fraksi Ini

    Panitia Pemilihan Wagub DKI Segera Dibentuk, Ketuanya Tak Boleh dari Tiga Fraksi Ini

    Megapolitan
    Kivlan Zen Kembali Masuk IGD karena Paru-paru Kronis, Sidang Ditunda

    Kivlan Zen Kembali Masuk IGD karena Paru-paru Kronis, Sidang Ditunda

    Megapolitan
    Polisi Cari Begal yang Bacok Korbannya di Bintara Jaya

    Polisi Cari Begal yang Bacok Korbannya di Bintara Jaya

    Megapolitan
    Polisi Tangkap Dua Komplotan Curanmor dalam Dua Pekan

    Polisi Tangkap Dua Komplotan Curanmor dalam Dua Pekan

    Megapolitan
    Tinjau Lokasi Radiaksi Nuklir, Ketua DPRD Tangsel Bakal Panggil Batan dan Bapetan

    Tinjau Lokasi Radiaksi Nuklir, Ketua DPRD Tangsel Bakal Panggil Batan dan Bapetan

    Megapolitan
    KPU Resmi Buka Pendaftaran Bakal Calon Independen Pilkada Depok

    KPU Resmi Buka Pendaftaran Bakal Calon Independen Pilkada Depok

    Megapolitan
    Duduk Perkara Kadisbud DKI Dicecar dan Dimarahi Ketua hingga Anggota DPRD

    Duduk Perkara Kadisbud DKI Dicecar dan Dimarahi Ketua hingga Anggota DPRD

    Megapolitan
    Ditanya Peluang Maju Lagi di Pilkada Depok, Idris: Jangan-jangan Elektabilitas Saya Rendah

    Ditanya Peluang Maju Lagi di Pilkada Depok, Idris: Jangan-jangan Elektabilitas Saya Rendah

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X