Kompas.com - 06/06/2013, 16:54 WIB
|
EditorErvan Hardoko

"Saya dengar ada biaya perawatannya semoga saja tidak mahal. Karena saya juga pengangguran, baru saja kena PHK," kata Sodikin.

Salan satu program unggulan Pemprov DKI tahun ini adalah normalisasi Waduk Pluit. Waduk itu seharusnya memiliki kedalaman sepuluh meter. Namun, karena terus mengalami pendangkalan, kini kedalamannya hanya antara satu dan tiga meter.

Sebanyak 20 persen dari luas areal waduk yang mencapai 80 hektare -khususnya di bantaran waduk- telah berubah menjadi kawasan permukiman liar.

Pengerukan Waduk Pluit mulai dikerjakan pada Februari lalu, tepatnya setelah banjir besar melanda kawasan Pluit awal tahun ini. Saat itu, sampah dan eceng gondok menutupi Waduk Pluit, sehingga air tidak dapat terlihat.

Sehingga, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Joko Widodo bertekad mengembalikan fungsi waduk seperti semula.

Sementara itu, untuk menyelesaikan masalah warga bantaran Waduk Pluit, Pemprov DKI Jakarta membangun rumah susun di Marunda, Muara Baru, Daan Mogot, dan akan membeli lahan di kawasan Luar Batang, Jakarta Utara, seluas 6,4 hektar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.