Kompas.com - 07/06/2013, 09:47 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang digelar secara rutin setiap tahun di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, dalam kaitan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta sudah menyimpang dari tujuan awalnya, yaitu pesta rakyat. Tidak semua warga bisa bisa menikmati atau mengunjungi PRJ karena harus merogoh uang lumayan banyak. Mulai dari tiket masuk, parkir, serta makanan dan minuman yang dijual semuanya serba mahal untuk kalangan menengah ke bawah.

Padahal setahu saya, PRJ dibuat untuk hiburan warga Jakarta dan sekitarnya. Dengan harga tiket masuk Rp 30.000, bisa dikategorikan sebagai suatu eksploitasi terhadap warga Jakarta.

Seorang warga Jakarta dengan tiga orang anak, misalnya, harus memiliki uang minimal Rp 500.000 untuk bisa masuk ke PRJ. Itupun hanya sebatas melihat-lihat saja, karena jika mau membeli barang di stand-stand PRJ masih harus merogok saku lebih dalam lagi.

Seharusnya PRJ bisa menjadi ajang berkumpul setiap kalangan untuk merayakan HUT Kota Jakarta. Di PRJ itulah warga Jakarta bisa melihat perkembangan Jakarta dengan tarif yang murah atau bahkan gratis. PRJ yang sekarang tidak seperti itu, malah menjadi alat mengekploitasi warga Jakarta karena mahalnya semua barang di sana.

PRJ seharusnya bukan untuk kaum masyaraat borjuis, tetapi untuk semua masyarakat harus bisa menikmati kemeriahan HUT Kota Jakarta. Oleh sebab itu, solusinya adalah menurunkan tarif dan jangan mencari keuntungan semata.

Di luar harga tiket yang cukup mahal, saya juga ingin menyampaikan prihal banyaknya penyimpangan yang terjadi di PRJ. Sebagai contoh, walaupun ada tempat parkir resmi, masih banyak preman yang meminta bayaran lebih kepada para pengguna kendaraan pribadi. Parkir banyak penyimpangan karena masih banyak preman yang meminta uang lebih.

Ke depan, saya berharap dengan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta saat ini, Joko Widodo bisa mengembalikan tujuan awal PRJ sebagai pesta rakyat. PRJ harus didesain baru sebagai ajang untuk menghibur masyarakat luas. (Tulus Abadi, Pengurus Harian YLKI)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan Video Lainnya >

    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.