Kompas.com - 07/06/2013, 16:44 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Srikandi, Jakarta Timur, membantah adanya organisasi masyarakat yang meminta uang mengatasnamakan Jokowi sebelum penggusuran. Menurut Turja, Ketua RT 07 RW 03 Kelurahan Jatinegara Kaum, keterangan C Suhadi yang mengaku sebagai pengacara warga adalah fitnah.

"Kami tegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan bahkan menjurus fitnah," kata Turja saat memberikan klarifikasi di kantor Kompas.com, Jumat (7/6/2013).

Menurut Turja, Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) tidak meminta uang kepada warga. Namun, warga yang berinisiatif mengumpulkan uang yang dipakai untuk keperluan warga melakukan aksi.

Misalnya, kata dia, untuk menyewa sound system, pembuatan spanduk, poster, rapat, transportasi, dan sebagainya. Menurut Turja, semua dilakukan atas kesepakatan warga Srikandi dan digunakan juga untuk kepentingan warga.

Turja pun menegaskan bahwa terhitung tanggal 22 Mei 2013 Suhadi telah dicabut kuasanya oleh warga Srikandi. Mereka menuntut Suhadi meminta maaf kepada ormas tersebut.

"Pak Suhadi harus mencabut perkataannya itu dan meminta maaf kepada SRMI," ujar Turja.

Sebelumnya, saat pertemuan warga Srikandi dengan Komnas HAM pada 4 Juni 2013, Suhadi yang mengaku sebagai pengacara warga menyebut ada LSM yang meminta uang kepada warga mengatasnamakan Jokowi. Totalnya mencapai Rp 70 juta. Seorang warga bernama Sunarsih menyebut LSM yang dimaksud adalah SRMI.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X