Balas Dendam, Puluhan Rumah Warga Kalipasir Ditimpuki Batu

Kompas.com - 07/06/2013, 17:06 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan rumah warga di Jalan Kalipasir Eretan, Menteng, Jakarta Pusat, dihancurkan oleh sekelompok warga. Mereka menghancurkan rumah-rumah tersebut menyusul tewasnya seseorang dalam bentrok antarwarga di Kalipasir pada Selasa (4/6/2013) sekitar pukul 20.00.

Bentrok yang terjadi—karena salah satu warga ini melewati sekumpulan warga lainnya tanpa permisi—berlanjut pada Rabu (5/6/2013) sekitar pukul 01.00 dini hari. Pada bentrok kedua, seorang warga bernama Rifki terkena bacokan celurit. Dia menderita luka sobek yang cukup dalam dan panjang pada punggung kirinya.

Rifki sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, tetapi tak tertolong. Rifki meninggal pada Jumat (7/6/2013) dini hari pukul 03.15.

Setelah pemakaman Rifki selepas shalat Jumat tadi, puluhan orang dengan membawa balok, linggis, dan batu langsung menyerang rumah-rumah tempat berkumpulnya kelompok lawan mereka tersebut sekitar pukul 13.30.

"Mereka teriak-teriak, saya enggak terima teman saya mati, nyawa harus dibayar nyawa," ujar Ryan, salah seorang warga Kalipasir yang menjadi saksi mata, ketika ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat.

Ryan menuturkan, polisi sebenarnya sudah mengantisipasi bentrokan susulan. Akan tetapi, melihat massa yang sangat banyak dan sudah tidak kondusif, polisi hanya menjaga agar tidak terjadi bentrokan yang lebih luas lagi.

"Polisi hanya menjaga dan berusaha melerai. Jika polisi ada banyak dengan pakaian lengkap, takutnya malah jadi bentrok dengan polisi," kata Kepala Polsektro Menteng Ajun Komisaris Besar Subandi.

Akibat penyerangan itu, puluhan rumah hancur. Kaca-kaca rumah, tembok, atap serta barang-barang dari dalam rumah, seperti TV, kulkas, dan kasur, hancur berantakan. Aksi ini mereda setelah puluhan petugas keamanan dan sesepuh warga berusaha menenangkan mereka.

Adapun rumah-rumah yang dihancurkan tersebut sedang kosong sehingga tidak menimbulkan korban. Sampai saat ini, puluhan petugas kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.