Kompas.com - 09/06/2013, 18:45 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — NA (15), siswi SMP swasta di Surabaya, yang ditangkap karena menjual rekan sebayanya ternyata sudah akrab dengan dunia prostitusi. Dia sebelumnya ternyata juga korban praktik prostitusi sehingga dia paham bagaimana teknik menjual rekan-rekannya kepada pria hidung belang.

Di hadapan penyidik Polrestabes Surabaya, NA mengaku sudah enam bulan melakukan praktik prostitusi. "Selama sekitar enam bulan, dia sudah delapan kali menjual rekannya sendiri. Namun, kami terus menyelidiki untuk mengungkap jaringan yang lebih luas," kata Kepala Subunit  Kejahatan Umum Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Iptu Teguh Setiawan, Minggu (9/6/2013).

Tidak hanya itu, polisi juga memburu siapa pria yang menjual NA kepada pria hidung belang. Teguh yakin, pria ini akan menjadi petunjuk polisi untuk mengungkap jaringan prostitusi yang lebih luas.

NA, siswi kelas III sebuah SMP swasta di Surabaya ini, diamankan bersama tiga siswi korbannya saat beroperasi melayani pria hidung belang di sebuah hotel di Jalan Darmokali, Surabaya, beberapa hari lalu. Petugas juga mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya adalah uang tunai Rp 3 juta, BlackBerry, ponsel merek SPC hitam, satu lembar bill hotel tertanggal 8 Juni 2013.

NA menawarkan para korbannya kepada pria hidung belang melalui fasilitas telepon dan pesan elektronik. Harga yang ditawarkan pelaku berkisar mulai Rp 750.000 hingga Rp 1 juta untuk sekali kencan jangka pendek. Dari transaksi itu, pelaku mendapat imbalan sebesar Rp 250.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Usut Korupsi Dana UMKM di Jabar, KPK Dalami Penarikan Uang di Rekening Kopanti

    Usut Korupsi Dana UMKM di Jabar, KPK Dalami Penarikan Uang di Rekening Kopanti

    Nasional
    Demokrat Ajak Golkar Kerja Sama untuk Pilpres 2024: Berdua Cukup

    Demokrat Ajak Golkar Kerja Sama untuk Pilpres 2024: Berdua Cukup

    Nasional
    Soal Revisi KUHP, Anggota DPR: Percayakan ke Kita, Insyaallah Lebih Banyak Manfaat daripada Mudarat

    Soal Revisi KUHP, Anggota DPR: Percayakan ke Kita, Insyaallah Lebih Banyak Manfaat daripada Mudarat

    Nasional
    Jabodetabek PPKM Level 2, Epidemiolog Sarankan WFH

    Jabodetabek PPKM Level 2, Epidemiolog Sarankan WFH

    Nasional
    Zulhas Klaim Harga Minyak Goreng di Jawa, Bali dan Sumatera Sudah Rp 14.000

    Zulhas Klaim Harga Minyak Goreng di Jawa, Bali dan Sumatera Sudah Rp 14.000

    Nasional
    ACT Sebut Benahi Manajemen Sebelum Laporan Dugaan Penyimpangan Terbit

    ACT Sebut Benahi Manajemen Sebelum Laporan Dugaan Penyimpangan Terbit

    Nasional
    UPDATE 5 Juli: Kasus Baru Covid-19 Capai 2.577, Jakarta Tertinggi dengan 1.276 Kasus

    UPDATE 5 Juli: Kasus Baru Covid-19 Capai 2.577, Jakarta Tertinggi dengan 1.276 Kasus

    Nasional
    Pastikan Sapi Kurban Sumbangan Jokowi Sehat, Setpres Kerja Sama dengan Kementan

    Pastikan Sapi Kurban Sumbangan Jokowi Sehat, Setpres Kerja Sama dengan Kementan

    Nasional
    BEM UI Khawatir RKUHP Mengkriminalisasi Aksi Unjuk Rasa

    BEM UI Khawatir RKUHP Mengkriminalisasi Aksi Unjuk Rasa

    Nasional
    ACT Diduga Gelapkan Dana Umat, Sufmi Dasco: Kami Minta Polri Usut Tuntas

    ACT Diduga Gelapkan Dana Umat, Sufmi Dasco: Kami Minta Polri Usut Tuntas

    Nasional
    Nasdem Sebut Surya Paloh Tak Ingin Umumkan Koalisi Saat 'Last Minute'

    Nasdem Sebut Surya Paloh Tak Ingin Umumkan Koalisi Saat "Last Minute"

    Nasional
    Deretan Alasan ACT soal Dugaan Penyimpangan Dana Sumbangan

    Deretan Alasan ACT soal Dugaan Penyimpangan Dana Sumbangan

    Nasional
    Pengganti Megawati di Kursi Ketua Umum PDI-P Kelak Diprediksi dari Trah Soekarno

    Pengganti Megawati di Kursi Ketua Umum PDI-P Kelak Diprediksi dari Trah Soekarno

    Nasional
    Jokowi Sumbang Sapi Kurban ke 34 Provinsi

    Jokowi Sumbang Sapi Kurban ke 34 Provinsi

    Nasional
    Vaksin Booster Jadi Syarat Naik Pesawat dan Masuk Mal, Epidemiolog: Tambah Sentra Vaksinasi

    Vaksin Booster Jadi Syarat Naik Pesawat dan Masuk Mal, Epidemiolog: Tambah Sentra Vaksinasi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.