Meriahnya Festival di Kemang, Beda dengan PRJ

Kompas.com - 10/06/2013, 09:43 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) di JI Expo Kemayoran dan Festival Palang Pintu di Jalan Kemang, Mampang Prapatan, dan Bangka sama-sama digelar dalam rangka hari ulang tahun Jakarta. Bedanya amat dirasakan oleh pengunjung yang sudah mendatangi dua pameran tersebut.

Festival Palang Pintu (FPP) VII yang berlangsung pada Sabtu dan Minggu (8 dan 9 Juni 2013) kemarin mampu menyedot perhatian ribuan warga Jakarta. Pengunjung juga datang dari berbagai kalangan masyarakat kecil hingga para turis asing yang sedang menikmati liburan di Jakarta.

Angga, pengunjung asal Depok, mengaku sengaja datang untuk melihat secara langsung perayaan HUT DKI pada event ini. Dia datang bersama dengan kekasihnya, Nita. Warga asli Betawi ini ingin lebih dekat dengan kehidupan Jakarta yang merakyat dan dengan pergelaran yang ditampilkan dalam FPP.

"Kemarin saya sudah pergi ke Jakarta Fair di Kemayoran. Di sana apa-apa mahal. Beda jauh sama di sini. Barang-barang yang dijual di Festival Palang Pintu sangat terjangkau. Masuknya juga enggak harus bayar," kata Angga, Minggu (9/6/2013).

Namun, Angga mengaku belum puas terkait dengan terbatasnya pementasan seni dan budaya yang diangkat di dalam FPP. "Seharusnya lebih ditonjolkan lagi meskipun beberapa kesenian sudah ada jadwalnya. Ke depannya, harapan saya acara ini lebih baik. Lebih banyak menonjolkan yang khas dari Jakarta. Misalnya di pintu masuk ada tari-tarian atau digelar pergelaran lenong dengan waktu yang lebih panjang," saran Angga.

Komentar senada juga dikatakan Bang Amu Asmuni (40), pedagang kerak telor di Duren Tiga, Kalibata. Menurutnya, FPP lebih merakyat ketimbang event Jakarta Fair.

"Di sini lebih merakyat, Bang. Banyak seni dan budaya Jakarta yang disajikan ke masyarakat. Tentunya ini bagus, bisa mengangkat budaya Betawi. Banyak kesenian Jakarta yang diangkat di sini. Enggak kayak di PRJ, ulang tahun Jakarta malah enggak ada lagi kebudayaan yang diangkat. Apalagi di sana banyak masyarakat Betawi yang enggak kuat beli tiket masuknya," tutur Bang Amu.

Sesuai dengan tujuannya, FPP memang untuk mempertahankan budaya Betawi. Panitia banyak menggelar acara seni dan budaya khas Betawi, di antaranya kesenian tanjidor, pencak silat, marawis, arak-arakan pengantin, dan masih banyak lagi.

Sejumlah stan berjejer menawarkan berbagai macam produk maupun jasa. Peserta FPP mayoritas berasal dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kelompok ini menjajakan makanan, fashion, sepatu, pernak-pernik, pengobatan gratis, dan sebagainya.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbuck yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

    Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbuck yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

    Megapolitan
    Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

    Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

    Megapolitan
    Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

    Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

    Megapolitan
    Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

    Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

    Megapolitan
    Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

    Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

    Megapolitan
    Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

    Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

    Megapolitan
    19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

    19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

    Megapolitan
    Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

    Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

    Megapolitan
    Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

    Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

    Megapolitan
    265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

    265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

    Megapolitan
    Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

    Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

    Megapolitan
    KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

    KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

    Megapolitan
    Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

    Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

    Megapolitan
    Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

    Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

    Megapolitan
    KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

    KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X