Kompas.com - 10/06/2013, 13:57 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengimbau kepada para pedagang agar tidak menimbun elpiji baik 3 kg maupun 12 kg. Hal ini akan mengakibatkan pasokan ke konsumen menjadi langka dan harganya melambung.

"Soal elpiji itu, sudah dilaporkan ke Direktur Utama PT Pertamina. Saya minta ini dicek, jangan sampai ada penimbunan," kata Hatta selepas rapat koordinasi tentang elpiji di kantornya, Jakarta, Senin (10/6/2013).

Hatta menginginkan agar Pertamina maupun Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) mau melakukan operasi pasar terkait kelangkaan elpiji di pasar saat ini. Hal ini agar tidak menyebabkan kenaikan harga elpiji, apalagi menjelang puasa Ramadhan dan Lebaran.

Sebagaimana diberitakan, beberapa hari ini masyarakat dihadapkan pada masalah kelangkaan elpiji, baik yang 12 kilogram maupun 3 kilogram, dan kondisi tersebut membuat harga elpiji membubung tinggi.

Untuk yang 12 kg di beberapa wilayah Jabodetabek bahkan tembus hingga Rp 100.000 per tabung dari harga normal Rp 72.000 kg per tabung. Sementara itu untuk elpiji 3 kg, harga juga naik hingga di atas Rp 15.000 dari harga resmi sebesar Rp 13.500 per kg.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.