Kompas.com - 10/06/2013, 14:55 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga orang saksi dari pihak penyidik kepolisian membantah telah melakukan tekanan terhadap anak buah Hercules saat pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP). Saat diperiksa tanpa didampingi kuasa hukum pun, kata saksi dari polisi, anak buah Hercules tidak berkeberatan.

Ketiga orang saksi tersebut ialah Teuku Arsya Khadafi, Ahmad Iman, dan FM Siregar. Ketiganya merupakan anggota Polda Metro Jaya yang memeriksa dua anak buah Hercules, yakni Antonius Malaru dan Yunus, pada 8 Maret 2013 di Polda Metro Jaya, sekitar pukul 23.30. Ketiganya mengatakan bahwa apa yang tertulis di BAP merupakan apa yang mereka katakan dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun.

"Tidak melakukan pemaksaan apa pun. Waktu itu kita lakukan pemeriksaan terbuka, bisa dilihat-lihat juga sama teman-temannya Anto," terang Khadafi di persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (10/6/2013).

Sebelumnya, terdakwa Antonius Malaru dan Yunus pada persidangan sebelumnya mengatakan adanya unsur paksaan yang dilakukan oleh pihak penyidik saat pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Bahkan, Antonius mengaku tidak bisa membaca.

Menurut Ahmad Iman, salah seorang saksi persidangan, pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan prosedur yang ada. Penyidik menanyakan kembali apa yang sudah diucapkan oleh saksi bahwa itu merupakan pernyataan yang benar.

"Saat selesai, dikoreksi dulu. Setelah merasa benar lalu ditanda tangan. Setelah dia baca (BAP), lalu dia tanda tangan. Saya sudah tanya ke dia (Antonius), kalau tidak ada yang sesuai, dikoreksi dulu. Bila benar, tanda tangan," ujarnya.

Selain itu, Ahmad juga mengatakan, pada saat itu terdakwa tidak berkeberatan dengan tidak didampingi oleh kuasa hukum saat dilakukan penyidikan. Hal tersebut sudah tertera di pertanyaan nomor tiga dalam surat BAP.

Sebelumnya, Hercules bersama puluhan anak buahnya ditangkap pada 8 Maret 2013 di Pertokoan Tjakra Multi Strategi, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. Bersama dengan 45 anak buahnya, Hercules diringkus oleh Sub Direktorat Resmob Polda Metro Jaya. Mereka ditangkap karena melakukan tindak pemerasan dan membubarkan apel polisi dari Polres Jakarta Barat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.