Basuki: Air Mancur Taman Anggrek Juga Dibongkar, Tak Peduli Feng Shui

Kompas.com - 11/06/2013, 15:22 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelebaran Jalan Arjuna di Jakarta Barat bukan hanya akan berdampak pada pedagang tanaman hias. Air mancur Mal Taman Anggrek pun terancam dibongkar.

"Air mancur Taman Anggrek kita bongkar, enggak peduli Feng Shui, kita bongkar," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menemui Ibu Leo Hartana, salah seorang warga yang terkena pelebaran Jalan Arjuna, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/6/2013), diambil dari akun resmi Pemprov DKI di Youtube.

Sesuai rencana Pemprov DKI Jakarta, Jalan Arjuna Utara dan Selatan yang terletak di pinggiran tol Kebun Jeruk akan dilebarkan hingga 18 meter. Pelebaran ini juga akan memakan lahan Universitas Indonesia Esa Unggul, Apartemen Menara Kebon Jeruk, dan berbagai ruko.

Kepada Basuki, Ibu Leo mengaku kaget dengan rencana tersebut. Menurutnya, dia belum mendapat sosialisasi mengenai rencana pelebaran jalan tersebut.

"Kaget, belum pernah ada pemberitahuan apa-apa, tiba-tiba kemarin dipanggil mengenai pelebaran jalan. Pelebaran jalan itu buat apa?" tanya Ibu Leo yang mengaku sudah tinggal di Jalan Arjuna Selatan sejak tahun 1990.

Suami Ibu Leo yang ikut menemui Basuki mengatakan, pelebaran jalan tidak akan menyelesaikan masalah kemacetan. Menurutnya, hal itu malah bisa menambah kemacetan.

Menanggapi itu, Basuki menjelaskan bahwa pelebaran jalan memang bukan untuk menyelesaikan kemacetan. Namun, setidaknya, dengan jalan yang lebar, flow kendaraan tetap jalan.

"Teorinya, tidak ada lebarin jalan bisa menyelesaikan macet. Kalau mau atasi macet, paksa orang pakai mobil pribadi ke kendaraan umum. Itu teorinya," ujar Basuki.

"Kalau kita berargumentasi, untuk apa pemerintah melebarkan jalan, entar juga macet. Kalau begitu, kita stop aja semua, enggak usah ada jalan di DKI, toh juga macet. Enggak bisa seperti itu teorinya. Ini karena ada kepentingan bapak ibu saja," tutur pria yang akrab disapa Ahok tersebut.

Rencananya, pelebaran jalan itu akan dibereskan selama dua tahun. Tahun ini, Pemprov DKI masih menginventarisasi fisik dan pembebasan tanah.

Menurut Basuki, dia menerima kehadiran dua warga Jalan Arjuna itu di kantornya karena ingin mendengarkan pendapat warga mengenai rencana pelebaran jalan di Jalan Arjuna.

"Kalau dulu, Bapak menginjak sini aja enggak bisa, Pak. Sekarang aja baru bisa. Office boy aja enggak bisa lihat gubernur, kok. Prinsip kami, satu orang pun mengeluh tentang kondisi harta dia, seberapa pun, kami terima. Tapi, ketika kami terima, kami akan pertimbangkan. Ini kepentingan sekelompok orang atau kepentingan orang banyak," ujar Basuki.

 

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

    Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

    Megapolitan
    Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

    Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

    Megapolitan
    Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

    Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

    Megapolitan
    Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

    Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

    Megapolitan
    Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

    Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

    Megapolitan
    Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

    Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

    Megapolitan
    Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

    Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

    Megapolitan
    33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

    33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

    Megapolitan
    Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

    Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

    Megapolitan
    Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

    Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

    Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

    Megapolitan
    UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

    UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

    Megapolitan
    UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

    UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

    Megapolitan
    Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

    Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

    Megapolitan
    Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

    Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X