Batik Ramah Lingkungan Dikembangkan

Kompas.com - 12/06/2013, 03:27 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Kampanye negatif yang sering dilontarkan sebagian masyarakat Eropa adalah penggunaan lilin dan pewarna kimia dalam pembuatan batik yang dinilai tidak ramah lingkungan. Untuk mengatasi kampanye ini, kini dikembangkan batik yang ramah lingkungan.

”Kami mengajak pembatik untuk kembali menggunakan pewarna alam,” kata Martin Krummeck, Koordinator Program Clean Batik Initiative (CBI), saat meluncurkan koleksi batik ramah lingkungan, Selasa (11/6), di galeri Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat.

Program ”batik bersih” CBI ini didukung kamar dagang Jerman di Indonesia (Ekonid) dan didanai bersama Uni Eropa melalui hibah Switch Asia yang fokus pada konsumsi dan produksi berkelanjutan di kawasan Asia. Hibah ini mengucurkan dana hingga 152 juta euro atau sekitar Rp 1,97 triliun untuk periode 2007-2013. Di Indonesia, dana hibah ini diimplementasikan untuk delapan sektor, salah satunya untuk batik ramah lingkungan.

Untuk mendorong perajin batik memproduksi batik ramah lingkungan sekaligus membuka pasar Eropa, sejumlah desainer terkemuka diajak serta. Mereka antara lain Carmanita, Lenny Agustin, Musa Widyatmodjo, dan Caterina Hapsari, yang merancang 42 desain batik eksklusif untuk kalangan menengah atas.

Carmanita mengatakan, kepeduliannya terhadap batik tidak hanya ia terapkan dalam pemanfaatan kain batik sebagai bahan dasar rancangannya. Selain itu, ia juga membina perajin batik untuk mulai memakai kembali pewarna alam.

”Saya pernah mengumpulkan satu truk kulit manggis ketika akan membuat desain baju yang akan dipamerkan di Jepang,” ujarnya.

Produksi batik ramah lingkungan tidak sekadar mengganti pewarna kimia ke pewarna alami, tetapi juga menerapkan teknologi tepat guna. Teknologi tepat guna itu misalnya menggunakan kompor listrik, melarutkan sisa lilin dengan alat pemanas listrik, dan mengolah limbah lilin. Peluncuran koleksi eksklusif itu juga dihadiri para pembatik dari daerah. (IND)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.