Beraksi di Tol, Komplotan Derek Liar Ditangkap

Kompas.com - 12/06/2013, 14:22 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Komplotan derek liar ditangkap petugas gabungan Subdit Patroli Jalan Raya, satgas PAM Tol, dan Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Selasa (11/6/2013) sekitar pukul 17.00. Petugas gabungan mengamankan mobil derek tersebut saat sedang beraksi memaksa sopir truk yang mogok untuk diderek di Kilometer 12+100 Tanjung Priok arah Cawang.

Kepala Subdit Patroli Jalan Raya Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar M Jazari menuturkan, komplotan tersebut ditangkap petugas gabungan saat tengah dilakukan operasi gabungan oleh kepolisian.

"Kami mengadakan operasi dari Jatanras, PJR, dan satgas PAM Jalan Tol. Ketiga unsur ini mengadakan operasi gabungan," kata Jazari saat dihubungi Kompas.com, Rabu (12/6/2013).

Jazari melanjutkan, saat itu petugas gabungan mencurigai mobil truk bernomor B 9893 JI tengah menderek truk bernomor B 9189 DO di lokasi kejadian. "Jadi kebeteluan ada sebuah truk yang sedang diderek paksa sekitar pukul 17.00 kemarin," ujar Jazari.

Setelah itu, katanya, petugas menghentikan mobil derek dan melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi truk yang menjadi korban. "Setelah kami tanya, pengemudi truk (yang diderek) merasa dipaksa. Karena (korban) merasa dipaksa, kami bawa (mobil derek) dan kami serahkan di Ranmor Polda Metro Jaya," ujar Jazari.

Petugas gabungan yang melakukan pemeriksaan juga tidak menemukan identitas resmi dari pelaku derek liar itu. Pihaknya juga menyatakan bahwa pelaku pernah ditilang dan tidak menemukan SIM komplotan derek liar tersebut.

"Jumlahnya (pelaku) kalau tidak salah empat orang karena mereka biasa beraksi lebih dari dua orang," kata Jazari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

Megapolitan
UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

Megapolitan
Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

Megapolitan
5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

Megapolitan
Cerita Dokter soal Penuhnya RS Covid-19 di Jakarta, Mencari ICU ke Karawang hingga Pasien Dirawat di Kursi

Cerita Dokter soal Penuhnya RS Covid-19 di Jakarta, Mencari ICU ke Karawang hingga Pasien Dirawat di Kursi

Megapolitan
Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

Megapolitan
Aksi Penumpang Transjakarta Curi Hand Sanitizer Terekam CCTV

Aksi Penumpang Transjakarta Curi Hand Sanitizer Terekam CCTV

Megapolitan
Penilaian Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet di Dunia Disebut Kurang Akurat

Penilaian Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet di Dunia Disebut Kurang Akurat

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Tetapkan 2 Tersangka pada Kasus Dugaan Korupsi di RSUP Sitanala

Kejari Kota Tangerang Tetapkan 2 Tersangka pada Kasus Dugaan Korupsi di RSUP Sitanala

Megapolitan
Wagub DKI Sebut TPU Rorotan Siapkan 1.500 Petak untuk Makam Jenazah Korban Covid-19

Wagub DKI Sebut TPU Rorotan Siapkan 1.500 Petak untuk Makam Jenazah Korban Covid-19

Megapolitan
30 Jenazah Korban Sriwijaya Air Telah Diserahkan ke Pihak Keluarga

30 Jenazah Korban Sriwijaya Air Telah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Megapolitan
Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dijatuhi Hukum 8 Bulan Penjara

Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dijatuhi Hukum 8 Bulan Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X