Ini Rencana Penertiban Pasar Minggu, Tanah Abang, PKL, dan Anak Jalanan

Kompas.com - 13/06/2013, 06:33 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pengusaha di kawasan Pasar Minggu di Jakarta Selatan, dan Tanah Abang di Jakarta Pusat, tak akan lagi bisa "mengatur" lalu lintas di area niaga. Bersamaan dengan program di kedua kawasan, para pedagang kaki lima yang mangkal di luar pasar-pasar pun akan "dipaksa" masuk ke dalam pasar. Sementara anak-anak jalanan akan ditangkap dan diidentifikasi.

"DKI yang akan melakukan pengaturan lalu lintas. Kita tidak mau lagi yang punya bangunan di Pasar Tanah Abang Blok A dan Blok B, ataupun di Pasar Minggu, yang menentukan arus keluar masuk kendaraan. Sekarang kami yang tentukan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota Jakarta, Rabu (12/6/2013). Menurut dia, mobil para pedagang yang keluar masuk dengan tidak teratur adalah sumber kemacetan di kedua kawasan.

Arus keluar masuk mobil usaha di Pasar Minggu dan Tanah Abang, kata Basuki, akan diatur ulang. Pemprov DKI Jakarta sedang membuat persiapan matang untuk mengurai kemacetan di kedua kawasan. Rencananya, program tersebut akan dilakukan bertahap.

PKL dan anak jalanan


Basuki pun berjanji akan menata pedagang kaki lima yang berjualan di luar pasar. Dia mengaku telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk membereskan pedagang yang ada di pinggir jalan. "Di dalam pasar itu sebenarnya masih banyak yang kosong. Kita paksa para PKL itu untuk masuk. Kalau tidak mau masuk, kita tidak akan kasih dia berdagang lagi," tegas dia.

Basuki juga mengaku telah memerintahkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang berpatroli di lapangan untuk tidak mengusir anak jalanan. Namun, keberadaan anak-anak jalanan itu harus dilaporkan kepada Dinas Sosial untuk diidentifikasi lebih lanjut.

Identifikasi dilakukan untuk mengetahui apakah anak jalanan itu dipekerjakan orang lain atau anak jalanan yang belajar menjadi preman-preman kecil. "Makanya kita mau tangkap dan taruh di Dinas Sosial. Kita bentuk semacam relawan yang dikoordinasi oleh Kapolsek setempat untuk pembagian shift (pemantauan)-nya," kata Basuki.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    8 Kelas di SMKN 24 Jakarta Rusak, Sudin Pendidikan Klaim KBM Tak Terhambat

    8 Kelas di SMKN 24 Jakarta Rusak, Sudin Pendidikan Klaim KBM Tak Terhambat

    Megapolitan
    Bekasi Sulit Sediakan 30 Persen Ruang Terbuka Hijau

    Bekasi Sulit Sediakan 30 Persen Ruang Terbuka Hijau

    Megapolitan
    300 Personel Polantas Disiagakan di Sekitar Monas Selama Aksi 212

    300 Personel Polantas Disiagakan di Sekitar Monas Selama Aksi 212

    Megapolitan
    BPOM: Obat Hexymer 2 yang Disita Polisi Seharusnya Tak Lagi Beredar Sejak 2016

    BPOM: Obat Hexymer 2 yang Disita Polisi Seharusnya Tak Lagi Beredar Sejak 2016

    Megapolitan
    Bangunan SMKN 24 Jakarta Rusak Berat, Atap 8 Kelas Roboh

    Bangunan SMKN 24 Jakarta Rusak Berat, Atap 8 Kelas Roboh

    Megapolitan
    9 Warga Batan Indah Diperiksa Kesehatannya, 2 Orang Terkontaminasi Radioaktif

    9 Warga Batan Indah Diperiksa Kesehatannya, 2 Orang Terkontaminasi Radioaktif

    Megapolitan
    Anies Ajak Murid-murid Sang Ibu Kirimkan Kisah sebagai Kado Ulang Tahun

    Anies Ajak Murid-murid Sang Ibu Kirimkan Kisah sebagai Kado Ulang Tahun

    Megapolitan
    Siap Dilamar, Eks Calon Independen di Pilkada Depok 2020 Akan Dekati Elite Parpol

    Siap Dilamar, Eks Calon Independen di Pilkada Depok 2020 Akan Dekati Elite Parpol

    Megapolitan
    Pemkot Tangerang Laporkan Wartawan Gadungan yang Buat Keributan di Sekolah ke Polisi

    Pemkot Tangerang Laporkan Wartawan Gadungan yang Buat Keributan di Sekolah ke Polisi

    Megapolitan
    Ingin Jalanan Rusak Diperbaiki? Ini Cara Mengadu ke Bina Marga

    Ingin Jalanan Rusak Diperbaiki? Ini Cara Mengadu ke Bina Marga

    Megapolitan
    Ada Aksi 212, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas Agar Tak Kena Macet

    Ada Aksi 212, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas Agar Tak Kena Macet

    Megapolitan
    Pemprov DKI Klaim Sudah Sosialisasikan Pergub Larangan Kantong Plastik di 55 Pusat Perbelanjaan

    Pemprov DKI Klaim Sudah Sosialisasikan Pergub Larangan Kantong Plastik di 55 Pusat Perbelanjaan

    Megapolitan
    Klinik yang Jual Jutaan Butir Psikotropika di Koja Sudah Beroperasi Selama Tiga Tahun

    Klinik yang Jual Jutaan Butir Psikotropika di Koja Sudah Beroperasi Selama Tiga Tahun

    Megapolitan
    Tangkap Aulia Farhan, Polisi Duga Ada Artis Lain yang Konsumsi Narkoba

    Tangkap Aulia Farhan, Polisi Duga Ada Artis Lain yang Konsumsi Narkoba

    Megapolitan
    Polisi Grebek Klinik Penjual 2,5 Juta Butir Psikotropika di Koja

    Polisi Grebek Klinik Penjual 2,5 Juta Butir Psikotropika di Koja

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X