Basuki Akan Mutasi Penganiaya Penghuni Rusun Pulogebang

Kompas.com - 13/06/2013, 21:08 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengancam akan memutasi pengelola rumah susun sederhana sewa Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, jika terbukti melakukan penganiayaan terhadap penghuni, Rinaldi (47), beserta istrinya, Suhartati (45), di rusun Blok B lantai I. Basuki mengaku telah memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI untuk mengurus proses mutasi kepada pihak bersangkutan.

"BKD yang akan mengurus semuanya nanti. Apakah akan dimutasi atau turun pangkat," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (13/6/2013).

Kendati demikian, mantan Bupati Belitung Timur itu menyebutkan, apabila pengelola rusun tersebut terbukti bersalah, permasalahan tersebut telah masuk ke ranah hukum. Basuki tak mencampuri proses pidana tersebut.

Rinaldi (bukan Renaldi seperti disebutkan sebelumnya) beserta istrinya, Suhartati (45), mengaku dianiaya oleh sekelompok orang yang disebut-sebut berasal dari pengelola rusun, Selasa (11/6/2013) malam. Secara tiba-tiba, sekelompok orang itu mendatangi unit rusun kediaman korban lalu melakukan penganiayaan.

"Bapak lagi tidur, tahu-tahu pintu digedor dan ditendang, ada pengelola yang masuk, maki-maki, dan tahu-tahu bapak diseret ke selasar lantai satu. Mereka mukulin bertubi-tubi," kata Suhartati.

Tiga orang di antara pemukul itu adalah tukang sapu, dua teknisi rusun, serta dua orang dengan baju bertuliskan "Pengelola", dan lebih dari 5 orang adalah petugas keamanan yang dikenalnya.

Atas kejadian itu, Suhartati sudah membuat laporan di Polres Metro Jakarta Timur. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP 993/k/VI/2013/RJT, dengan pengaduan tindakan penganiayaan. Polisi tengah menyelidiki kasus tersebut.

Selain membuat laporan, ia juga sudah melakukan visum atas pemukulan tersebut di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Ia mengatakan, suaminya mengalami memar di bagian kepala, tangan, kaki, dekat pinggang, dan punggung. Tubuh Suhartati juga lebam kebiruan. Selain melaporkan ke polisi, ia sudah bertemu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan melaporkan kejadian tersebut saat Jokowi berkunjung di wilayah Jakarta Utara.

Baca tentang
    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pendapatan Kota Bekasi Berkurang Sejak Wabah Covid-19 Merebak

    Pendapatan Kota Bekasi Berkurang Sejak Wabah Covid-19 Merebak

    Megapolitan
    17.534 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 282 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

    17.534 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 282 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

    Megapolitan
    Sudah Anggarkan Rp 75 Miliar, Pemkot Depok Dikritik Masih Lambat Cegah Penularan Covid-19

    Sudah Anggarkan Rp 75 Miliar, Pemkot Depok Dikritik Masih Lambat Cegah Penularan Covid-19

    Megapolitan
    Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

    Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

    Megapolitan
    Polres Jakarta Barat bersama Satpol PP dan TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

    Polres Jakarta Barat bersama Satpol PP dan TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

    Megapolitan
    Pelaksanaan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Tangsel Tungggu Keputusan Resmi

    Pelaksanaan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Tangsel Tungggu Keputusan Resmi

    Megapolitan
    Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

    Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

    Megapolitan
    Mereka yang Batal Pulang Kampung demi Lindungi Keluarga dari Covid-19...

    Mereka yang Batal Pulang Kampung demi Lindungi Keluarga dari Covid-19...

    Megapolitan
    ODP Covid-19 di Tebet Melarikan Diri saat Diisolasi Mandiri, Diduga Gangguan Jiwa

    ODP Covid-19 di Tebet Melarikan Diri saat Diisolasi Mandiri, Diduga Gangguan Jiwa

    Megapolitan
    5 Fakta Isolasi Ratusan Jemaah Masjid Kebon Jeruk, 3 Positif hingga Ada 78 WNA

    5 Fakta Isolasi Ratusan Jemaah Masjid Kebon Jeruk, 3 Positif hingga Ada 78 WNA

    Megapolitan
    BNN Sebut Jaringan Narkoba Manfaatkan Pandemi Covid-19 untuk Lakukan Penyelundupan

    BNN Sebut Jaringan Narkoba Manfaatkan Pandemi Covid-19 untuk Lakukan Penyelundupan

    Megapolitan
    Gaji Wali Kota dan ASN Lingkungan Pemkot Bekasi Akan Dipotong untuk Lawan Covid-19

    Gaji Wali Kota dan ASN Lingkungan Pemkot Bekasi Akan Dipotong untuk Lawan Covid-19

    Megapolitan
    KPU Tangsel akan Kembalikan Dana Pilkada agar Dialihkan untuk Penanganan Corona

    KPU Tangsel akan Kembalikan Dana Pilkada agar Dialihkan untuk Penanganan Corona

    Megapolitan
    Penyemprotan Disinfektan Dilakukan Serentak di Jakarta, Bekasi, dan Depok, Ini Titik Lokasinya

    Penyemprotan Disinfektan Dilakukan Serentak di Jakarta, Bekasi, dan Depok, Ini Titik Lokasinya

    Megapolitan
    BNN Musnahkan 1,3 Ton Ganja dan Puluhan Kilogram Sabu

    BNN Musnahkan 1,3 Ton Ganja dan Puluhan Kilogram Sabu

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X