Kompas.com - 14/06/2013, 00:46 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan MT Haryono, tepatnya sebelum cabang antara Jalan arah Otista dan arah Halim Perdanakusuma, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (13/6/2013) malam. Sopir mengantuk, ternyata merupakan pemicu kecelakaan ini.

Tiga kendaraan terlibat kendaraan beruntun ini, yakni truk besar pengangkut tanah B 9660 TO, truk sedang pengangkut air minum F 8172 GA, dan angkutan kota Suzuki Carry B 20240 OG. Pupung (30), sopir truk pengangkut air minum, mengaku kecelakaan beruntun tersebut terjadi karena kesalahannya.

Menurut Pupung, dia yang mengemudikan truknya dalam perjalanan pulang dari Jakarta Barat menuju Bogor, mengantuk. "Iya, memang salah saya. Saya ngantuk. Nggak tahu jelas kronologisnya, tiba-tiba nabrak saja," ujarnya kepada Kompas.com di sela pemeriksaan di Polsek Jatinegara, usai kejadian.

Setelah menabrak, Pupung baru tersadar dan langsung menghentikan kendaraannya. Dia pun baru menyadari telah menabrak angkutan umum. Melihat banyaknya korban akibat kecelakaan tersebut, dia pun langsung pergi ke Polsek Jatinegara untuk menyerahkan diri. "Saya luka di tangan saja sama shock. Saya nggak nyangka saja bakal kejadian begini," lanjut Pupung yang terlihat gemetar.

Pada pukul 23.15 WIB, beberapa penumpang angkutan kota yang terluka parah langsung dilarikan ke Rumah Sakit UKI Cawang, Jakarta Timur. Pukul 23.30 WIB, Polisi dari Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur datang ke lokasi kejadian dan mengangkut tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X