Kompas.com - 14/06/2013, 12:50 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau akrab disapa JK mengkritik kondisi membeludaknya pasien yang berobat di rumah sakit di Jakarta. Menurut JK, kondisi itu membuktikan kegagalan jajaran pemerintahan di DKI Jakarta dalam pencegahan.

JK mengaku tergelitik melihat pascaprogram Kartu Jakarta Sehat (KJS) berjalan di pemerintahan Joko Widodo. Pemerintah, kata JK, tidak boleh bangga jika rumah sakti selalu penuh pasien. Sebab, lanjutnya, indikator keberhasilan penanganan kesehatan adalah sedikitnya orang sakit.

"Kalau puskesmas penuh, camatnya salah. Selokan jelek, warganya jarang berolahraga. Kalau rumah sakit penuh, berarti ada masalah dengan wali kotanya. Dia tidak bersihkan kotanya. Jangan bangga saya punya pasien banyak, antre, hebat saya. Justru itu, Anda paling bodoh," kata JK.

Kritikan itu disampaikan JK ketika memberi kuliah umum tentang Kesiapsiagaan Bencana kepada mahasiswa Kedokteran Universitas Indonesia di Fakultas Kedokteran UI di Salemba, Jakarta, Jumat (14/6/2013).

Terkait program KJS, JK menilai sudah bagus. Hanya, karena kemudahan penggunaan KJS, kata dia, warga yang tidak seharusnya berobat ke rumah sakit, tetap memilih ke rumah sakit. Untuk itu, perlu ada perbaikan aturan.

"Memang harus ada cara atasinya. Jangan semua orang pergunakan walaupun tidak perlu. Mestinya cukup ke puskesmas atau berobat jalan, tapi dia ke rumah sakit. Harus ada cara juga sehingga orang jaga dirinya," ucap Ketua Umum PMI itu.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X