Kompas.com - 14/06/2013, 15:05 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengklaim bahwa seribu warga Cilandak dan Kebayoran Baru memberikan dukungan terhadap pembangunan jalur layang mass rapid transit (MRT). Dukungan juga diperoleh dari organisasi kemasyarakatan.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Selatan Taufan Bakri mengatakan, pertemuan warga dengan PT MRT Jakarta sudah dilaksanakan di Taman PKK, Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (9/6/2013). Dalam pertemuan itu, sekitar seribu warga hadir untuk mendukung pembangunan MRT Layang. Pertemuan itu juga dihadiri sosiolog Musni Umar.

"Seribu masyarakat Cilandak dan Kebayoran Baru mendukung MRT layang. Mereka melihat MRT pembangunannya makin hari makin lambat karena kemacetan makin luas di sekitar Fatmawati. Maka, mereka mendorong Pak Gubernur untuk segera menuangkan konsepnya untuk pembangunan MRT layang," kata Taufan, Jumat (14/6/2013).

Menurut warga, kata Taufan, MRT adalah satu-satunya sarana yang dapat menanggulangi kemacetan, terutama mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang masuk dari Depok dan Tangerang Selatan. Selain itu, lanjut Taufan, warga mengharapkan, dengan dipercepatnya pembangunan MRT, nantinya akan tercipta banyak lapangan pekerjaan baru.

"Kata Pak Musni juga begitu, MRT akan membuka dan menumbuhkan lapangan kerja, mengurai kemacetan, dan efisiensi bahan bakar," ujarnya.

Mengenai masih adanya warga yang menolak pembangunan MRT layang, Taufan mengatakan, jumlahnya hanya segelintir. Saat ini, warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli MRT masih berkeberatan atas penggunaan jalur layang untuk MRT.

"Kalau yang menolak cuma kepentingan bisnis aja. Seluruh RT/RW di Cilandak dan Kebayoran Baru mendukung, termasuk ormas-ormas dari FKPPI, Forkabi, dan Pemuda Pancasila," kata Taufan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

MRT Jakarta nantinya akan menghubungkan Lebak Bulus hingga Kampung Bandan. Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp 12,5 triliun. Nantinya jalur MRT akan terdiri dari jalur layang dan bawah tanah. Jalur layang adalah rute yang menghubungkan Lebak Bulus-Sisingamangaraja, sedangkan rute bawah tanah ialah rute Sisingamangaraja-Kampung Bandan.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X