"PRJ Versi Monas", Lebih Kreatif, Lebih Terakses UKM

Kompas.com - 15/06/2013, 13:04 WIB
Penulis Windoro Adi
|
EditorHeru Margianto

KOMPAS.com — Bagi dunia usaha, lebih-lebih bagi kalangan pengusaha kecil dan menengah, atau lebih spesifik lagi di kalangan pelaku industri kreatif, gelar produk lewat pameran, seminar, dan lokakarya penting untuk mendongkrak hasil penjualan mereka. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 58 Jakarta Timur misalnya. Sekolah kejuruan desain dan produk kriya kayu, kriya logam, dan kriya tekstil ini hanya mengandalkan pameran dan bazar di sekolah mereka untuk menjual produk mereka.

"Kalau dilempar ke pasar, lakunya lama dan tidak pasti. Tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus kami tanggung," tutur Staf Humas SMK Negeri 58, Emma Indrawati (52), saat ditemui di tengah acara Pekan Produk Kreatif  Daerah (PPKD) Jakarta yang digelar tanggal 14-16 Juni 2014 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2013).

Lewat kegiatan pameran dan bazar sekolah, jumlah produk yang mereka jual bisa senilai Rp 10 juta setiap tiga bulan. "Kami juga sudah pameran dua kali di Kuching, Sarawak, Malaysia, dan berlanjut dengan pengembangan pasar produk kami di sana," tutur Emma.

Pagi itu tampak sebagian produk SMK Negeri 58 ditata menarik di stan mereka. Rajutan syal dengan pilihan warna menggoda, kain-kain batik, hiasan-hiasan dinding dari logam, dan kayu, serta bantal-bantal bangku dan bantal tumpuan leher-kepala pada jok mobil. 

Ketika ditanya tentang berapa banyak lulusan SMK ini yang berwirausaha, Emma mengakui, "Baru satu dua saja." Menurut dia, sebagian besar lulusan SMK Negeri 58 bekerja sebagai karyawan. Padahal, dalam salah satu misinya, SMK ini menyebutkan "Menghasilkan wirausaha yang unggul". Meski demikian, sudah setumpuk prestasi diraih SMK yang berlokasi di Jalan Bambu Apus Cipayung Taman Mini Indonesia Indah ini.

Emma bersyukur, sejak DKI dipimpin Jokowi-Ahok, pameran rutin produk-produk SMK mulai dilakukan. Menurut dia, pameran produk antar-SMK ini memacu semangat para siswa meningkatkan jumlah dan kualitas karya mereka. "Mudah-mudahan bisa terus berlanjut," harapnya.

Di stan lain, Yuli (28), penjaga stan produk kerajinan keramik, mengaku, lewat pameran, pemilik usaha Jinjit Pottery, Antin Sambodo, mampu mendongkrak hasil penjualannya sampai hampir dua kali lipat. "Setiap ada pameran, kami ikut, terutama setiap ada pameran yang diselengggarakan Inacraft pada bulan April selama lima hari," jelasnya.

Di pameran Inacraft, Jinjit Pottery, lanjut Yuli, bisa menjual 1000 produk keramiknya berupa cangkir, asbak, bel, hiasan, dan pernak-pernik produk keramik lainnya.  Sepengalamannya mengikuti pameran, produk kerajinan keramik yang laku adalah produk bertema Jakarta dan Indonesia, seperti di gelar di stan "Jinjit Pottery" pagi itu.

Event organizer pelaksana pameran, Toton Hutomi, yang ditemui terpisah mengatakan, PKD Jakarta kali ini adalah yang ketiga kalinya digelar. "Tetapi, baru pertama kali ini dilakukan outdoor," ucapnya. "Acara ini adalah salah satu implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2009 tentang pengembangan industri kreatif," lanjut Toton.

Ia menjelaskan, acara ini diikuti oleh 126 peserta yang masing-masing membuka satu stan. "Kami membaginya dalam beberapa zona. Zona kuliner dan zona fashion, seni, dan desain masing-masing diikuti 20 peserta, zona teknologi informasi, zona industri tradisional berbasis budaya yang diikuti antara lain oleh kalangan industri jamu dan kosmetika tradisional, serta zona akademisi dan SMK," paparnya.

Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Remas Payudara Dua Perempuan, Seorang Pemuda di Depok Ditangkap Warga

    Remas Payudara Dua Perempuan, Seorang Pemuda di Depok Ditangkap Warga

    Megapolitan
    Lurah Cakung Timur Pastikan Libur Panjang Tak Hentikan Proses Normalisasi Kali Rawa Rengas

    Lurah Cakung Timur Pastikan Libur Panjang Tak Hentikan Proses Normalisasi Kali Rawa Rengas

    Megapolitan
    Contraflow di Tol Japek Diperpanjangan hingga KM 65 Arah Cikampek

    Contraflow di Tol Japek Diperpanjangan hingga KM 65 Arah Cikampek

    Megapolitan
    Pasien RSUD Tarakan Tewas Bunuh Diri, Petugas Damkar Gagal Menyelamatkan

    Pasien RSUD Tarakan Tewas Bunuh Diri, Petugas Damkar Gagal Menyelamatkan

    Megapolitan
    Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

    Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

    Megapolitan
    Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

    Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

    Megapolitan
    Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

    Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

    Megapolitan
    Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

    Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

    Megapolitan
    Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

    Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

    Megapolitan
    Libur Maulid Nabi, Arus Lalu Lintas di Jakarta Lengang

    Libur Maulid Nabi, Arus Lalu Lintas di Jakarta Lengang

    Megapolitan
    Menunggu Hasil Swab Test, 103 WNA Pencari Suaka di Tangsel Diminta Isolasi Mandiri

    Menunggu Hasil Swab Test, 103 WNA Pencari Suaka di Tangsel Diminta Isolasi Mandiri

    Megapolitan
    Sakit Stroke, Pasien 60 Tahun Tewas Setelah Lompat dari Lantai 5 RSUD Tarakan

    Sakit Stroke, Pasien 60 Tahun Tewas Setelah Lompat dari Lantai 5 RSUD Tarakan

    Megapolitan
    Pesepeda Hendak Dibegal di Kembangan, Ini Kronologinya

    Pesepeda Hendak Dibegal di Kembangan, Ini Kronologinya

    Megapolitan
    Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

    Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

    Megapolitan
    PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

    PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X