Waspada, Kasus DBD di Jakarta Meningkat Tajam

Kompas.com - 15/06/2013, 16:00 WIB
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat di DKI Jakarta diminta melaksanakan pola hidup sehat dan bersih segera mungkin. Pasalnya kasus DBD atau Demam Berdarah Dangue di DKI Jakarta, diketahui meningkat cukup tajam.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut, tahun 2012, kasus DBD di Jakarta mencapai 6.669 kasus. Sementara di 2013 ini, baru menyentuh satu semester saja, jumlahnya meningkat 0,27 persen mencapai 4.793 kasus.

Jakarta pun masih tercatat sebagai salah satu provinsi dengan prevelensi DBD tertinggi. Meski telah terjadi penurunan, dilihat dari incident rate, 201 per 100.000 penduduk di tahun 2010 menjadi 68,47 per 100.000 di tahun 2012.

Kepala Dinas Kesehatan DKI, Dien Emmawati mengungkapkan, kondisi tersebut terjadi karena perubahan cuaca yang ekstrem dari tahun lalu. Salah satu contoh, di tahun 2013 ini saja, musim hujan terlihat masih terjadi sehingga peluang bagi nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak pesat.

"Selain itu, Jakarta harus waspada karena DBD umumnya terjadi di kota dan penyebarannnya dipengaruhi oleh tingkat urbanisasi manusia," ujarnya dalam acara Peringatan Asian Dengue 2013 Jakarta Bebas DBD 2020 di Balaikota DKI, Jakarta pada Sabtu (15/6/2013) pagi.

Pelatihan 250 kader Jumantik

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membuka pelatihan pemberantasan jentik nyamuk pada para jumantik. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak penyadaran hidup bersih sehat warga.

"Kalau bicara soal penyakit DBD, semua pintar berbicara, tapi kalau disuruh kerja, kita bakal sulit ketemu orang yang mau bekerja. Makanya saya berikan apresiasi kepada ibu-ibu jumantik yang mau bekerja keras," ujarnya kepada para peserta.

Mantan Bupati Belitung Timur itu pun berharap keberadaan jumantik bisa mewujudkan Jakarta bebas Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2020, sesuai apa yang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi DKI beberapa waktu lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Hari Ini, Total Sudah 40 Jenazah

6 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Hari Ini, Total Sudah 40 Jenazah

Megapolitan
Polisi Kesulitan Ungkap Indentias Perampok Minimarket yang Terekam CCTV di Ciputat

Polisi Kesulitan Ungkap Indentias Perampok Minimarket yang Terekam CCTV di Ciputat

Megapolitan
4 Jam Diperiksa Terkait Kasus Suaminya, Nindy Ayunda: Doakan Saja, Ya

4 Jam Diperiksa Terkait Kasus Suaminya, Nindy Ayunda: Doakan Saja, Ya

Megapolitan
Jadi Korban Pelecehan Seksual, Istri Isa Bajaj Lapor Polisi

Jadi Korban Pelecehan Seksual, Istri Isa Bajaj Lapor Polisi

Megapolitan
Raffi Ahmad Hadiri Pesta Setelah Vaksinasi Covid-19, Polisi Sebut Tak Ada Prokes yang Dilanggar

Raffi Ahmad Hadiri Pesta Setelah Vaksinasi Covid-19, Polisi Sebut Tak Ada Prokes yang Dilanggar

Megapolitan
UPDATE 19 Januari: Ada 2.563 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 19 Januari: Ada 2.563 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan, Ini 2 Harapan APDI di Tengah Lonjakan Harga

Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan, Ini 2 Harapan APDI di Tengah Lonjakan Harga

Megapolitan
Satu Pengasuh Positif Covid-19, Panti Asuhan di Depok Diisolasi

Satu Pengasuh Positif Covid-19, Panti Asuhan di Depok Diisolasi

Megapolitan
Asosiasi: 40 Persen Pedagang Daging Sapi di Jadetabek Gulung Tikar karena Harga Naik

Asosiasi: 40 Persen Pedagang Daging Sapi di Jadetabek Gulung Tikar karena Harga Naik

Megapolitan
DKI Jakarta Minta Pedagang Daging Tak Mogok Jualan: Kasihan Pelaku Usaha Kecil

DKI Jakarta Minta Pedagang Daging Tak Mogok Jualan: Kasihan Pelaku Usaha Kecil

Megapolitan
RS Hampir Penuh, IDI Jakarta: Sudah Diingatkan Sejak Sebelum Liburan

RS Hampir Penuh, IDI Jakarta: Sudah Diingatkan Sejak Sebelum Liburan

Megapolitan
Asisten Administrasi dan Umum Setda Kota Depok Meninggal akibat Covid-19

Asisten Administrasi dan Umum Setda Kota Depok Meninggal akibat Covid-19

Megapolitan
Para Pedagang Daging Sapi Berharap Diundang ke Istana

Para Pedagang Daging Sapi Berharap Diundang ke Istana

Megapolitan
40 Anak Panti di Pancoran Mas Depok Reaktif Tes Antigen, 1 Pengasuh Positif Covid-19

40 Anak Panti di Pancoran Mas Depok Reaktif Tes Antigen, 1 Pengasuh Positif Covid-19

Megapolitan
Daging Mahal, Asosiasi Pedagang Daging Jadetabek Mogok Jualan 3 Hari

Daging Mahal, Asosiasi Pedagang Daging Jadetabek Mogok Jualan 3 Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X