Kompas.com - 16/06/2013, 09:45 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Duta pariwisata Provinsi DKI Jakarta berjuang menarik wisatawan Malaysia ke Ibu Kota. Kali ini dilakukan melalui misi kebudayaan dan bisnis yang digelar di Kuala Lumpur, Jumat (14/6). Sebuah pertunjukan seni besar-besaran bertajuk Enjoy Jakarta 2013 digelar.

Pertunjukan ini, sebagaimana dilaporkan wartawan Kompas, Andy Riza Hidayat, memadukan unsur etnik dan modern yang dikemas dengan sentuhan teknologi.

"Promosi budaya seperti ini sangat penting, apalagi di daerah yang memiliki pasar potensial. Kami ingin menarik pasar wisata Malaysia," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta Arie Budiman, Jumat, di Kuala Lumpur.

Kunjungan warga Malaysia ke Jakarta paling tinggi di antara warga negara lain. Tahun lalu, kunjungan warga Malaysia ke Jakarta mencapai 300.000 orang.

"Setelah ada promosi budaya seperti ini, kami yakin sampai akhir tahun ini bisa mencapai 1 juta orang," kata Arie.

Acara Enjoy Jakarta 2013 digelar di Taman Tasik Perdana, Kuala Lumpur. Enjoy Jakarta terakhir digelar di Kuala Lumpur dua tahun lalu di hotel.

Pertunjukan digelar dengan menonjolkan budaya Betawi. Acara dimulai pukul 20.00 waktu setempat dengan ronggeng Betawi, tari topeng Betawi, musik Betawi, dilanjutkan lagu dari grup band Ungu dan Rossa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagian besar lagu yang disajikan dikemas dengan sentuhan etnik. Hedi Yunus, yang tampil bersama Sarah Sechan, turut menyanyi dan menari.

"Ini kolaborasi musik etnik, modern, kontemporer, perpaduan teknologi pertunjukan. Tujuannya agar warga Malaysia paham bahwa Jakarta merupakan pusat hiburan nasional dan internasional," kata pengarah seni Denny Malik.

Pertanyakan kemacetan

Jumat siang, Pemprov DKI Jakarta juga memfasilitasi pertemuan antara pelaku bisnis wisata Indonesia dan Malaysia. Pertemuan diikuti ratusan peserta dari asosiasi perhotelan, agen perjalanan, dan penyelenggara acara wisata. Menurut Indah Ariyani dari Asosiasi Hotel Internasional Jakarta, respons pelaku usaha Malaysia sangat baik.

Mereka akan menjajaki perjalanan wisata yang berhubungan dengan belanja, golf, dan wisata alam. Sebagian sudah menjalin kerja sama dalam bentuk penyediaan paket perjalanan.

Hanya saja, sebagian besar peserta selalu menanyakan persoalan kemacetan. "Saya jelaskan apa adanya. Persoalan ini akan diatasi segera oleh pemerintah. Namun, jangan sampai kelamaan karena bisa memunculkan ketidakpercayaan," kata Indah.

Nunung Hasan dari Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta menjalin pembicaraan dengan 26 pelaku usaha wisata Malaysia. Mereka sangat tertarik dengan wisata alam dan baru tahu di utara Jakarta ada obyek wisata Kepulauan Seribu.

"Setelah saya jelaskan rute, penginapan, dan beragam obyek wisata, mereka janji akan membawa wisatawan ke sana," kata Nunung.

Pameran kreatif

Di Lapangan Silang Barat Daya Monumen Nasional, kemarin malam, telah dibuka Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) 2013.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, saat membuka PPKD 2013, mengatakan, Jakarta memerlukan lebih banyak ruang untuk usaha kecil, menengah, dan usaha kreatif.

"Pak Gubernur ingin sekali Monas jadi pusat dari segala produk kreatif anak bangsa, terutama Jakarta. Semua produk kita kreatif, tetapi tempat promosi kurang," ujarnya.

Basuki mengakui ada keterbatasan Monas sebagai tempat pameran besar. Karena itu, Pemprov DKI telah menginstruksikan pembangunan ruang bawah tanah di Monas.

Pameran berlangsung 14-16 Juni. Pameran diikuti sekitar 140 stan. Peserta tidak membayar untuk ikut pameran. Sayangnya tidak ada penyejuk ruangan dan toilet yang memadai. (Fro)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.