Berapa Dana yang Dibutuhkan untuk Piknik ke PRJ?

Kompas.com - 17/06/2013, 09:51 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) masih akan berlangsung hingga Juli mendatang. Warga Jakarta yang belum ke sana masih bisa berkunjung. Namun, perlu dana khusus untuk piknik ke tempat tersebut. Yuk, berhitung....

Saat tiba di arena PRJ Kemayoran, pengunjung yang membawa kendaraan harus membayar uang parkir Rp 10.000 untuk sepeda motor, Rp 20.000 untuk mobil.

Untuk masuk ke areal stan-stan di PRJ, pengunjung masih harus mengantre di loket untuk membeli tiket masuk. Jika hari biasa (bukan hari libur), per orang wajib membayar Rp 25.000. Sementara saat akhir pekan dan hari libur tanggal merah, tiket dihargai Rp 30.000 per orang.

Setelah mendapatkan tiket, barulah pengunjung resmi masuk ke area puluhan hektar JI Expo Kemayoran. Sales promotion girl (SPG) dan sales promotion boy (SPB) yang berdandan rapi dan wangi menyambut pengunjung dengan senyum manis. Tentu saja sambil menjajakan barang dagangan mereka.

Ada beberapa produk pula yang telah bekerja sama dengan PT Jakarta International Expo (PT JI Expo) sebagai penyelenggara untuk memberikan potongan diskon di tiket masuk yang telah dibeli. Selain ribuan stan yang tersedia, terdapat pula wahana permainan anak.

Di salah satu sudut di dekat Gambir Expo dan panggung utama, halaman PRJ Kemayoran diubah bak pasar malam atau Sekaten. Berbagai macam permainan hiburan tersedia untuk memuaskan hati anak-anak. Setidaknya, lebih kurang 12 permainan tersedia di sana, seperti komidi putar, bianglala, kora-kora, bom-bom car, perahu, dan kuda-kudaan.

Bagi keluarga yang membawa anak-anak, tentu saja tidak sah kalau tidak bermain di area permainan tersebut. Untuk dapat menikmatinya, orangtua harus merogoh kocek "makin dalam" lagi. Untuk satu wahana permainan, tiketnya mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 20.000.

Untuk tahun ini, PT JI Expo juga menyediakan wahana baru, yaitu Korean Lantern Park. Untuk dapat menikmati keindahan lentera dan berfoto di dalam arena tersebut, pengunjung harus membayar Rp 15.000 pada hari biasa dan Rp 20.000 pada akhir pekan. Pengunjung dapat berkeliling dan berfoto di setiap area yang dipenuhi dengan lentera khas Korea tersebut.

Tak jauh dari Korean Lantern Park, sayup-sayup terdengar jeritan wanita dan bantingan beberapa barang pecah belah. Ternyata, suara itu datang dari rumah hantu atau arena misteri kerajaan hantu. Berbeda dengan Korea Lantern Park yang didominasi oleh anak kecil, rumah hantu ini mayoritas diminati oleh para remaja.

Sejak di pintu masuk, nuansa seram sudah terasa. Pintu masuk rumah hantu tersebut dijaga oleh seorang laki-laki yang mukanya tertutup oleh jubah berwarna coklat dan misterius.

Halaman:
Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

    Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

    Megapolitan
    Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

    Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

    Megapolitan
    Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

    Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

    Megapolitan
    UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

    UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

    Megapolitan
    Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

    Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

    Megapolitan
    Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

    Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

    Megapolitan
    Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

    Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

    Megapolitan
    Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

    Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

    Megapolitan
    Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

    Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

    Megapolitan
    Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

    Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

    Megapolitan
    Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

    Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

    Megapolitan
    Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

    Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

    Megapolitan
    Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

    Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

    Megapolitan
    Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

    Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

    Megapolitan
    Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

    Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X