Hujan Deras, Dua Pengunjuk Rasa di DPR Gigit Jari

Kompas.com - 17/06/2013, 10:03 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski hujan mengguyur Ibu Kota sejak Senin pagi, Mulyadi dan Sapta, dua anggota Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), tetap semangat untuk berdemo menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung DPR. Sayangnya, keduanya harus gigit jari karena di depan Gedung DPR masih sepi dari pendemo.

Ditemui di seberang Gedung DPR, kedua orang yang mengaku berasal dari Parung Panjang, Tangerang, ini mengaku telah berangkat sejak pagi dari rumah mereka. Karena sepi, mereka diminta oleh koordinator aksi untuk berkumpul dahulu ke Cawang, Jakarta Timur.

"Hujan, jadinya masih pada di sana (Cawang). Kami juga disuruh ke sana dulu. Tadi pakai kereta turun di (Stasiun) Palmerah," ujar Mulyadi saat ditemui di halte seberang Gedung DPR. Akhirnya, keduanya terpaksa ke Cawang untuk berkumpulnya dengan massa KSPI lainnya.

Pengamatan Kompas.com di depan Gedung DPR hingga sekitar pukul 09.30 WIB, belum ada satupun elemen massa yang berkumpul. Hujan deras menjadi salah satu kemungkinan ditundanya aksi unjuk rasa. Arus lalu lintas Slipi-Semanggi maupun sebaliknya masih lancar tanpa kendala apapun.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

    Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

    Megapolitan
    Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

    Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

    Megapolitan
    Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

    Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

    Megapolitan
    PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

    PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

    Megapolitan
    Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

    Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

    Megapolitan
    BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

    BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

    Megapolitan
    Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

    Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

    Megapolitan
    Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

    Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

    Megapolitan
    Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

    Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

    Megapolitan
    Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

    Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

    Megapolitan
    Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

    Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

    Megapolitan
    Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

    Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

    Megapolitan
    Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

    Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

    Megapolitan
    Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

    Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

    Megapolitan
    Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

    Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X