Kompas.com - 17/06/2013, 11:25 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan suami-istri Rinaldi (47) dan Suhartati (45) yang dianiaya pengelola Rusun Pulogebang enggan menanggapi janji Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta yang ingin mendamaikan kedua pihak. Suhartati menyerahkan kasus tersebut kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Kalau kami untuk damai belum kepikiran. Kami tunggu tanggapan dari Pak Wagub (Basuki Tjahaja Purnama) saja," ujar Suhartati saat dihubungi Kompas.com, Senin (17/6/2013).

 

Menurut Suhartati, dia dan suaminya masih trauma. Mereka pun enggan kembali ke tempat tinggalnya di Blok B Rusun Pulogebang.

Sejak dianiaya pada Selasa (11/6/2013) malam, kedua korban penganiayaan itu memang meninggalkan tempat tinggalnya di rusun tersebut. Mereka tinggal di rumah saudaranya.

"Kalau kami untuk balik rusun (Pulogebang), enggak," cetus Suhartati.

Sebelumnya, Kepala Dinas (Kadis) Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta Yonathan Pasodung mengatakan bersedia memfasilitasi perdamaian antara korban dengan pihak pengelola. Yonathan juga mengatakan siap meminta maaf apabila terbukti terjadi penganiayaan terhadap kedua korban.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.