Ini Skema Pengalihan Arus Selama Demo BBM

Kompas.com - 17/06/2013, 12:02 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan petugas kepolisian dan TNI telah bersiaga untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah titik, seperti depan Istana Merdeka, Gedung parlemen MPR/DPR, dan Balaikota DKI Jakarta.

Pihak kepolisian rencananya akan melakukan pengalihan arus untuk mencegah kemacetan yang terjadi akibat dari jalannya demonstrasi ini. Akan tetapi penglihan itu dilakukan jika diperlukan saja.

"Ini pengalihan arus dilakukan melihat kondisinya terlebih dahulu. Jadi sifatnya situasional. Tapi telah kami siapkan," ujar Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Slamet Widodo di Monas, Senin (17/6/2013).

Berikut skema pengalihan arus demo menolak kenaikan harga BBM bersubsidi:

1. Istana Negara:
A. Penutupan di Pertigaan Pertamina/A9 dialihkan Jalan Perwira - Jalan Banteng Barat - Tugu Adipura - Jalan Veteran Raya - traffic light Harmoni dst.
B. Dari arah Hayam Wuruk Penutupan di traffic light Harmoni - Jalan H Juanda-Pintu Air - Jalan Pos - Jalan Banteng Barat - Jalan Pejambon - Jalan Medan Merdeka Timur - Tugu Tani dst.
C. Penutupan Bundaran Air Mancur/Patung Kuda dialihkan - ke kiri, Jalan Budi Kemuliaan - Jalan Abdul Muis - Jalan Majapahit - traffic light Harmoni dst.

2. Balai Kota/Kementerian BUMN:
A. Penutupan di depan Kedubes AS dialihkan ke Gambir - Jalan Merdeka Timur - Jalan Perwira dst.

3. Gedung DPR/MPR RI:
A. Penutupan di Semanggi dialihkan ke Jalan Sudirman - Thamrin dst.
B. Penutupan di Jalan Gatot Subroto, di Sekat dua/fly over Senayan - dialihkan ke keri Jalan Gerbang Pemuda - belok Kiri - Jalan Asia Afrika dst.
C. Penutupan Off Ramp jalan Tol/Pulo Dua diluruskan ke arah Slipi/Tomang.
D. Penutupan PosPol Palmerah/Jalan Gelora (belakang Gedung DPR/MPR RI) diarahkan lurus ke Permata Hijau dst.
E. Penutupan di traffic light Lapangan Tembak/Jalan Gelora - untuk arus lalin dari fly over Senayan diarahkan belok kiri ke Jalan Asia Afrika dst.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Megapolitan
Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Megapolitan
Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Megapolitan
Polisi: Jenazah Editor Metro TV Mulai Membusuk Saat Ditemukan

Polisi: Jenazah Editor Metro TV Mulai Membusuk Saat Ditemukan

Megapolitan
Usut Kasus Kematian Wartawan Metro TV, Polisi Periksa 12 Saksi

Usut Kasus Kematian Wartawan Metro TV, Polisi Periksa 12 Saksi

Megapolitan
Ada Luka Tusuk di Leher dan Paha Yodi Prabowo, Editor Metro TV yang Ditemukan Tewas

Ada Luka Tusuk di Leher dan Paha Yodi Prabowo, Editor Metro TV yang Ditemukan Tewas

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan Dinilai Langgar Disiplin PNS karena Terbitkan E-KTP Djoko Tjandra

Lurah Grogol Selatan Dinilai Langgar Disiplin PNS karena Terbitkan E-KTP Djoko Tjandra

Megapolitan
Fakta Eksploitasi 305 Anak oleh WN Prancis, Bisa Bahasa Indonesia hingga Rehabilitasi Korban...

Fakta Eksploitasi 305 Anak oleh WN Prancis, Bisa Bahasa Indonesia hingga Rehabilitasi Korban...

Megapolitan
Fakta Tewasnya Editor Metro TV yang Ditemukan di Pinggir Tol Pesanggrahan

Fakta Tewasnya Editor Metro TV yang Ditemukan di Pinggir Tol Pesanggrahan

Megapolitan
Fakta Mobil Terjun ke Kalimalang, Sopir Diduga Mengantuk yang Berujung Tewasnya Ibu dan Anak

Fakta Mobil Terjun ke Kalimalang, Sopir Diduga Mengantuk yang Berujung Tewasnya Ibu dan Anak

Megapolitan
Saat Pandemi, Kelompok Tani Wanita Sunter Agung Panen Sawi 40 Kilogram

Saat Pandemi, Kelompok Tani Wanita Sunter Agung Panen Sawi 40 Kilogram

Megapolitan
Fakta Tiga Pilot Ditangkap Polisi karena Pakai Sabu, Ada yang Kerja untuk Maskapai Pemerintah

Fakta Tiga Pilot Ditangkap Polisi karena Pakai Sabu, Ada yang Kerja untuk Maskapai Pemerintah

Megapolitan
Pengelola Pabrik Diimbau Gelar Tes Massal untuk Cegah Penularan Covid-19

Pengelola Pabrik Diimbau Gelar Tes Massal untuk Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Ini Alasan Reklamasi Ancol Belum Kuat Dasar Hukumnya

Ini Alasan Reklamasi Ancol Belum Kuat Dasar Hukumnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X