Kompas.com - 17/06/2013, 15:15 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Demokrat Achsanul Qosasih mengatakan fraksi yang menolak kenaikan harga BBM bersubsidi berarti menyetujui adanya penyelundupan dan pro subsidi BBM dinikmati orang kaya.

"Jika ada penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi, berarti partai tersebut mendukung adanya penyelundupan dan pro orang kaya," kata Achsanul saat Rapat Paripurna di Gedung DPR Jakarta, Senin (17/6/2013).

Achsanul menilai, saat ini anggaran subsidi BBM hanya dinikmati oleh 70 persen orang kaya dan 10 persen hanya dinikmati oleh orang miskin. Sementara itu sisanya sebanyak 20 persen dinikmati oleh penyelundup. Bila ada fraksi yang menolak kenaikan BBM bersubsidi , maka fraksi tersebut pro orang kaya dan pro penyelundupan.

"Semua presiden (bahkan sebelum era Presiden SBY) pun tidak ingin menyengsarakan rakyatnya. Kalaupun ada alternatif tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi, mestinya harus dilakukan saat berkuasa dulu," jelasnya.

Bagi Achsanul, kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi ini memang sudah menjadi wewenang pemerintah, khususnya saat menyampaikan APBN 2013 dulu. Namun di sisi lain, pemerintah juga ingin menyehatkan anggaran fiskal dan sekaligus mampu meningkatkan penerimaan negara.

"Apalagi langkah pemerintah untuk meningkatkan target penerimaan negara juga perlu diapresiasi," jelasnya. Sejak 2010 hingga 2013, target penerimaan negara selalu bertambah, yaitu Rp 100 triliun (2010), Rp 200 triliun (2011), Rp 240 triliun (2012) dan Rp 300 triliun (2013).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.