Kompas.com - 17/06/2013, 19:41 WIB
|
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membatasi jam buka tempat hiburan malam dinilai kontradiktif oleh Ketua Perhimpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum Indonesia, Adrian Mailete. Menurut Adrian, tempat hiburan malam adalah salah satu sumber pendapatan DKI Jakarta (pajak).

"Saya sudah dengar. Enggak apa-apa sebetulnya, tapi terkesan kontradiktif, karena kita itu bayar pajak sesuai omzet, tinggi nilainya. Satu tahun kita bayar pajak Rp 3,6 triliun," ujar Adrian saat dihubungi wartawan, Senin (17/6/2013).

Adrian melanjutkan, setiap tahun jumlah pajak yang dibayar ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI terus meningkat. Nilai pajak yang diterima Pemprov DKI Jakarta dinilai Adrian akan meningkat lebih pesat saat sistem pembayaran pajak secara online diberlakukan.

Adrian melanjutkan, pihaknya mempertanyakan mengapa tempat hiburan malam selalu dikait-kaitkan dengan narkoba. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba tidak hanya terjadi di tempat hiburan malam, melainkan tersebar juga di permukiman warga.

"Buktinya dari tiga bulan lalu BNN melakukan tes urine di sejumlah tempat hiburan malam. Tapi hanya kena empat orang saja," tukas Adrian.

Adrian menyatakan mendukung pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Jakarta. Namun, ia mengaku berharap Pemprov DKI Jakarta tidak melulu menyorot tempat hiburan malam mengingat selama ini tempat hiburan malam itu selalu menaati peraturan.

Sebelumnya, Jokowi berencana membatasi jam buka sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta, khususnya kelab malam dan diskotek untuk mengantisipasi peredaran Narkoba. Rencana itu akan dibahas dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X