Kompas.com - 18/06/2013, 16:28 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 88 pengunjuk rasa yang dibawa polisi dari depan Gedung DPR RI, Senin kemarin, akhirnya dipulangkan, Selasa (18/6/2013) siang. Sebelum pulang, mayoritas demonstran yang merupakan mahasiswa itu sempat melakukan orasi di Mapolda Metro Jaya.

Seperti halnya orasi di depan Gedung DPR, orasi mahasiswa itu masih bertema penolakan terhadap rencana kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi. "Kami tegaskan sekali lagi bahwa rezim SBY-Boediono telah melakukan pengkhianatan terhadap rakyat," kata salah seorang orator.

Orasi mereka tidak berlangsung lama karena polisi buru-buru menyuruh mereka masuk ke dalam bus yang sudah dipersiapkan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Slamet Riyanto mengatakan, para demonstran itu tidak ditahan, tetapi hanya diamankan. Mereka tidak terbukti melakukan tindak pidana. Oleh sebab itu pula, demonstran dipulangkan.

"Mereka diamankan karena kemarin ada sesuatu yang rusak dan dibakar. Setelah kita mintai keterangan, belum ada keterkaitan dan bukti pidana. Jadi hanya diberikan pendataan dan pembinaan," kata Slamet.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, polisi menyiapkan tiga bus untuk mengirim pulang mahasiswa masing-masing ke Depok, Ciputat, dan Pamulang. Mereka antara lain berasal dari Universitas Pamulang, IISIP, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dari 88 orang hanya 76 orang yang berstatus mahasiswa. Adapun 12 orang lain berstatus pelajar, yakni 9 pelajar SMK dan 3 pelajar SMP. "Jadi ada anak sekolah yang dikasih (jas) almamater mahasiswa," kata Slamet.

Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR Senin kemarin sempat diwarnai sejumlah kericuhan. Selain mencoba masuk ke dalam gedung parlemen, mahasiswa juga tak mau membubarkan diri.

Sekitar pukul 18.00 WIB, polisi sempat meminta mahasiswa untuk bubar karena sudah melewati waktu izin diperbolehkannya aksi demonstrasi. Namun, hal itu membuat emosi mahasiswa meluap dan mereka melakukan pelemparan terhadap polisi. Sejumlah benda, seperti bom molotov, kaleng cat semprot, bambu, kayu, dan batu sempat dilemparkan mahasiswa ke halaman gedung wakil rakyat.

Sekitar pukul 20.00 WIB, polisi berhasil membubarkan mahasiswa dengan mengerahkan pasukan dari satuan Brimob di garis depan dan pengerahan dua unit mobil Barracuda dan dua unit mobil meriam air. Karena tembakan meriam air tidak mempan membubarkan mahasiswa, akhirnya polisi menembakkan gas air mata.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X