Kompas.com - 19/06/2013, 14:15 WIB
|
EditorKistyarini

SURABAYA, KOMPAS.com — Sebuah rumah yang dijadikan tempat produksi narkoba digerebek di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (18/6/2013). Kali ini pembuatnya adalah sepasang suami istri di Dusun Pabean, Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

"Sepasang suami istri, Besi Lesmono (33) dan Natalia (30), berhasil kami amankan beserta barang bukti bahan baku dan sejumlah peralatan untuk membuat sabu-sabu," kata Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki saat dikonfirmasi, Rabu (19/6/2013).

Barang bukti sabu yang dimaksud adalah 25 gram sabu, lima paket yang masing-masing berisi 1,25 gram sabu, dua ineks dan 20 gram ganja kering. Sementara bahan baku ditemukan banyak berserakan di dapur rumah, seperti, epidrin, etanol, aseton, pentol korek, fosfor, dan CuO4.

Saat penggerebekan, polisi hanya menemukan Natalia. Sementara Besi Lasmono sedang bekerja sebagai tukang masak di Bandara Internasional Juanda. "Saat itu juga langsung kami jemput di tempat kerjanya," terang Marjuki.

Pada Kamis (13/6/2013) lalu, Polda Jatim juga menggerebek sebuah rumah tempat produksi sabu dii kompleks perumahan Puri Indah Blok DE 11, Sidoarjo. Tiga orang penghuni ditahan dalam penggerebekan itu. Industri rumahan itu diperkirakan beroperasi dua tahun terakhir dengan omzet per tahun mencapai hampir Rp 29 miliar.

Kualitas produksi sabu-sabu buatan ketiga tersangka ini cukup bagus dan diperkirakan kualitas nomor 1. Sementara wilayah edarnya menjangkau Kalimantan, Makassar (Sulawesi Selatan), Papua, Nusa Tenggara Timur, hingga Manado (Sulawesi Utara).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X