Kompas.com - 19/06/2013, 16:00 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat pengarahan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait penyerapan anggaran, Joko Widodo mencari-cari Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI Jakarta Anas Effendi. Rupanya, mantan Wali Kota Jakarta Selatan itu tidak hadir di acara tersebut.

Gubernur DKI Jakarta itu mencari Anas Effendi karena Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah tersebut menjadi salah satu SKPD yang penyerapan anggarannya (pemakaian anggaran) paling rendah sejak APBD DKI disahkan hingga 17 Juni 2013.

"Mana Kepala Badan Perpustakaannya? Kalau tidak ada, perwakilannya saja mana?" tanya Jokowi saat pengarahan kepada SKPD di Balaikota Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Sekitar tiga menit, Jokowi mencari keberadaan Anas Effendi di dalam Balai Agung, dibantu oleh protokoler. Mantan Wali Kota Jakarta Selatan itu juga tak mengirimkan perwakilannya untuk hadir dalam acara dan menjelaskan penyebab rendahnya anggaran BPAD DKI.

Mengetahui Anas tidak hadir, ia pun langsung memerintah protokoler untuk langsung mengirimkan surat kepada Anas. "Perwakilan, enggak datang juga? Tolong panggil khusus ke saya," kata Jokowi.

Penyerapan anggaran BPAD DKI sejak pengesahan APBD 2013 hingga 17 Juni 2013 baru terserap sebesar 10,50 persen dan menghabiskan anggaran sebesar Rp 212,127,096,234. Minimnya penyerapan tersebut membuat Gubernur Jokowi memberikan lampu kuning kepada jajaran SKPD.

Ia menargetkan, tahun ini penyerapan bisa mencapai 97 persen sehingga mantan Wali Kota Surakarta itu mengharapkan para SKPD bisa secara maksimal menjalankan semua program yang telah dianggarkan.

Sejak dimutasi menjadi Kepala BPAD DKI, Anas Effendi kerap menjadi sorotan media. Saat dilantik menjadi Kepala BPAD DKI, hanya dia yang tidak menghadiri pelantikan. Saat menghadap Gubernur Jokowi dan Wagub Basuki Tjahaja Purnama, Anas pun enggan diwawancara media dan justru ia bersikap ketus kepada media.

Beberapa waktu lalu, saat sidang paripurna dan dihadiri oleh Jokowi, Anas terlihat tidak memperhatikan sidang paripurna. Rupanya, Anas sedang lelap tertidur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.