Jerapah Ragunan Mati Karena Tua, Kuda Nil Karena Sakit Ginjal

Kompas.com - 20/06/2013, 12:52 WIB
Pengunjung berinteraksi memberi pakan sayuran pada jerapah koleksi Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu (8/5/2011). Berlibur di kebun binatang selain untuk berekreasi juga dapat mengajarkan anak-anak berinteraksi dan belajar dunia satwa.  KOMPAS/IWAN SETIYAWANPengunjung berinteraksi memberi pakan sayuran pada jerapah koleksi Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu (8/5/2011). Berlibur di kebun binatang selain untuk berekreasi juga dapat mengajarkan anak-anak berinteraksi dan belajar dunia satwa.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) membantah banyak binatang koleksi mereka yang tewas. Menurut Kepala Tata Usaha TMR Bambang Triyono, yang tewas hanya kuda nil dan jerapah.

Bambang juga membantah satwa yang mati karena kelalaian prosedur. Namun satwa yang mati di TMR karena disebabkan usia yang sudah tua dan penyakit.

"Kalau ada yang menyebutkan Burung Dara Mahkota dan lain sebagainya itu tidak benar. Cuma dua, jerapah dan kuda nil. Dan itu matinya enggak masiv, tapi pada saat-saat tertentu," kata Bambang saat ditemui di kantornya di Kompleks TMR, Kamis (20/6/2013).

Menurut Bambang, jerapah yang mati di TMR terjadi pada minggu ketiga Mei 2013. Saat itu, usia jerapah sudah mencapai 27 tahun.

"Itu usia yang sangat tua. Di habitat alam liar, kisarannya paling lama 20 puluh tahun harapan hidup jerapah. Di sini bisa 20-30 tahun. Itu karena penanganan kita baik," jelas Bambang.

Sementara untuk kuda nil, Bambang menyatakan bahwa kematiannya disebabkan sakit masalah pencernaan dan ginjal. Kuda nil berusia 18 tahun itu mati sekitar minggu kedua Juni. 

"Sebenarnya bisa sampai 20-25 tahun, tapi karena sakit akhirnya mati. Itu sudah dibuktikan di uji Patologi Nekropsi ahli dari IPB," ungkap Bambang.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com pada Kamis pagi di kebun binatang yang terletak di Jakarta Selatan itu, tak ada jerapah di kandang hewan berleher panjang itu. Yang terlihat hanya 3 ekor zebra. Sebelumnya, jerapah memang ditempatkan satu kandang dengan Zebra.

Di setiap kandang satwa di TMR, terdapat papan nama yang menerangkan binatang yang ada di dalamnya. Untuk di kandang jerapah dan zebra, terdapat dua papan nama. Namun, hanya papan nama zebra yang masih dipasang keterangannya. Sementara untuk jerapah yang terdapat di sebelahnya, terlihat kosong.

Namun jika diamati lebih dekat, masih terlihat bekas keterangan yang menerangkan bahwa tadinya di papan nama tersebut tertulis keterangan untuk jerapah. Saat ini, TMR tidak memiliki koleksi jerapah lagi.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Hampir 1 Bulan Jokowi-Ma'ruf Dilantik, RPTRA di Tambora Masih Pasang Foto Jusuf Kalla

    Hampir 1 Bulan Jokowi-Ma'ruf Dilantik, RPTRA di Tambora Masih Pasang Foto Jusuf Kalla

    Megapolitan
    Skuter Listrik Telan Korban Jiwa, Pemerintah Dianggap Terlambat Buat Aturan

    Skuter Listrik Telan Korban Jiwa, Pemerintah Dianggap Terlambat Buat Aturan

    Megapolitan
    Ramai Pemohon SKCK, Polres Jakarta Barat Dijaga Ketat Pasca Bom di Polres Medan

    Ramai Pemohon SKCK, Polres Jakarta Barat Dijaga Ketat Pasca Bom di Polres Medan

    Megapolitan
    Berlagak Menilang dan Minta Uang ke Pengendara, Polisi Gadungan di Ciputat Ditangkap

    Berlagak Menilang dan Minta Uang ke Pengendara, Polisi Gadungan di Ciputat Ditangkap

    Megapolitan
    Pengguna GrabWheels Tewas Ditabrak, Skuter Listrik Hanya Boleh Melintas di Jalur Sepeda

    Pengguna GrabWheels Tewas Ditabrak, Skuter Listrik Hanya Boleh Melintas di Jalur Sepeda

    Megapolitan
    Dinas PU Sempat Kesulitan Evakuasi Truk Molen yang Tercebur di Kali Pamulang

    Dinas PU Sempat Kesulitan Evakuasi Truk Molen yang Tercebur di Kali Pamulang

    Megapolitan
    Pascabom Medan, Polres Metro Bekasi Dijaga Aparat Bersenjata Laras Panjang

    Pascabom Medan, Polres Metro Bekasi Dijaga Aparat Bersenjata Laras Panjang

    Megapolitan
    Pengangkatan Truk Molen Selesai Setelah Dua Pekan Tercebur di Kali Pamulang

    Pengangkatan Truk Molen Selesai Setelah Dua Pekan Tercebur di Kali Pamulang

    Megapolitan
    Kronologi Tewasnya Pengguna Skuter Listrik, Terlempar Setelah Ditabrak Mobil dari Belakang

    Kronologi Tewasnya Pengguna Skuter Listrik, Terlempar Setelah Ditabrak Mobil dari Belakang

    Megapolitan
    Koalisi Pejalan Kaki Desak Pemprov DKI Keluarkan Regulasi Penggunaan Skuter Listrik

    Koalisi Pejalan Kaki Desak Pemprov DKI Keluarkan Regulasi Penggunaan Skuter Listrik

    Megapolitan
    Pascabom Bunuh Diri di Medan, Polisi Sebut Situasi di Jakarta Masih Kondusif

    Pascabom Bunuh Diri di Medan, Polisi Sebut Situasi di Jakarta Masih Kondusif

    Megapolitan
    Polisi Tangkap Seorang Terduga Teroris di Depok yang Pernah Berkunjung ke Suriah

    Polisi Tangkap Seorang Terduga Teroris di Depok yang Pernah Berkunjung ke Suriah

    Megapolitan
    Sewa GrabWheels Dini Hari, Dua Pengguna Skuter Listrik Tewas Ditabrak Mobil

    Sewa GrabWheels Dini Hari, Dua Pengguna Skuter Listrik Tewas Ditabrak Mobil

    Megapolitan
    Video Tak Senonoh Diputar di Dalam Bus, Transjakarta Minta Maaf

    Video Tak Senonoh Diputar di Dalam Bus, Transjakarta Minta Maaf

    Megapolitan
    Sepekan Lalu Berjalan Pincang, Nunung Kini Siap Jalani Sidang Tuntutan

    Sepekan Lalu Berjalan Pincang, Nunung Kini Siap Jalani Sidang Tuntutan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X