Kompas.com - 21/06/2013, 18:27 WIB
Para ibu dan anak binaan Komunitas Ciliwung Bersih melihat proses pengolahan air bersih di instalasi pengolahan air bersih Ipal Pejompongan 1, Jakarta, Kamis (21/3/2013). Kunjungan tersebut adalah bagian dari kegiatan Palyja untuk menyambut peringatan Hari Air.

KOMPAS/LASTI KURNIAPara ibu dan anak binaan Komunitas Ciliwung Bersih melihat proses pengolahan air bersih di instalasi pengolahan air bersih Ipal Pejompongan 1, Jakarta, Kamis (21/3/2013). Kunjungan tersebut adalah bagian dari kegiatan Palyja untuk menyambut peringatan Hari Air.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara tegas menolak penjualan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) ke perusahaan air Manila Water.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, lebih baik Pemprov DKI yang membeli Palyja daripada harus menyerahkannya ke perusahaan asing asal Filipina tersebut. "Kami menolak Palyja menjual saham terbesarnya kepada Manila Water. Lebih baik jual saja kepada kami, akan kami beli," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (21/6/2013).

Kendati demikian, permintaan Pemprov DKI untuk membeli saham minoritas yang dimiliki Suez International ini ditolak oleh jajaran Direksi Palyja. Oleh karena itu, Basuki meminta Palyja untuk menyiapkan argumentasi kuat yang menjadi dasar penolakan tersebut agar dijelaskan kepada Pemprov DKI. Pembelian itu akan dilakukan melalui dua badan usaha milik daerah (BUMD) Jakarta, yaitu PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT Pembangunan Jaya Ancol.

"Pokoknya kita sudah menolak. Intinya, kalau kita bisa mengerjakan sendiri, kenapa harus dikasih orang lain? Kita mau pakai Jakpro dan Pembangunan Jaya Ancol untuk beli Palyja," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Sebelumnya, Basuki memberikan tiga opsi kepada Suez Environment sebagai investor mayoritas Palyja. Basuki meminta Suez melakukan penyeimbangan kontrak dengan PAM Jaya. Alternatif kedua, Basuki akan melaporkan ke arbitrase di Singapura untuk menyelesaikan sengketa. Opsi ketiga, Pemerintah Provinsi DKI akan melakukan penyitaan aset pemerintah yang dimiliki Suez Environment.

Ketiga opsi tersebut disampaikan oleh Basuki karena Pemerintah Provinsi dan warga DKI Jakarta mengalami kerugian. Kerugian itu meliputi tingginya tingkat internal rate of return (IRR) atau pengembalian investasi Palyja sebesar 22 persen, kebocoran air hingga 42-45 persen, dan biaya sambungan pipa yang mencapai Rp 1 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

    Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

    Megapolitan
    Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

    Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

    Megapolitan
    Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

    Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

    Megapolitan
    Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

    Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

    Megapolitan
    Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

    Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

    Megapolitan
    Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

    Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

    Megapolitan
    Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

    Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

    Megapolitan
    Lebih dari 1.000 Kepala Keluarga di Kecamatan Benda Jadi Korban Banjir

    Lebih dari 1.000 Kepala Keluarga di Kecamatan Benda Jadi Korban Banjir

    Megapolitan
    Dagangan Senilai Rp 30 Juta Terendam Banjir di Tegal Alur, Pedagang: Seperempatnya Tidak Selamat

    Dagangan Senilai Rp 30 Juta Terendam Banjir di Tegal Alur, Pedagang: Seperempatnya Tidak Selamat

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Pastikan Stok Vaksin Cukup untuk Booster Selama Januari

    Pemkot Bekasi Pastikan Stok Vaksin Cukup untuk Booster Selama Januari

    Megapolitan
    Bruder Angelo Divonis 14 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Korban: Sangat Adil

    Bruder Angelo Divonis 14 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Korban: Sangat Adil

    Megapolitan
    Kuli Bangunan yang Cabuli Bocah di Pamulang Iming-imingi Korban dengan Cokelat

    Kuli Bangunan yang Cabuli Bocah di Pamulang Iming-imingi Korban dengan Cokelat

    Megapolitan
    Korsleting di Tiang Listrik, Api Menyambar Sebuah Gerobak di Tanah Abang

    Korsleting di Tiang Listrik, Api Menyambar Sebuah Gerobak di Tanah Abang

    Megapolitan
    Cerita Sepasang Lansia Bertahan di Tengah Banjir demi Selamatkan Gerobak Jualan Aksesori: Ini Paling Berharga

    Cerita Sepasang Lansia Bertahan di Tengah Banjir demi Selamatkan Gerobak Jualan Aksesori: Ini Paling Berharga

    Megapolitan
    Guru SMP Cendrawasih I Cilandak Dijambret, Uang Rp 2 Juta Buat Bayar Kontrakan dan Ponsel Raib

    Guru SMP Cendrawasih I Cilandak Dijambret, Uang Rp 2 Juta Buat Bayar Kontrakan dan Ponsel Raib

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.