Kompas.com - 24/06/2013, 12:15 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Organisasi Angkutan Darat atau Organda, dan Dewan Transportasi Kota Jakarta atau DTKJ hingga saat ini masih membahas penyesuaian tarif angkutan kota. Oleh sebab itu, pengusaha angkutan kota diimbau untuk tidak menaikkan tarif secara sepihak terlebih dulu.

"Diimbau kepada operator angkutan umum untuk tidak menaikkan tarif angkutan sebelum adanya penetapan tarif dari pemerintah," ujar Kepala Dinas Perhubungan, Udar Pristono, melalui pesan singkat kepada wartawan,Senin (24/6/2013).

Udar mengungkapkan, pembahasan penyesuaian tarif baru angkutan kota baru menyelesaikan survei harga komponen pada 22 hingga 23 Juni 2013 kemarin. Komponen tersebut merupakan hal-hal yang berpengaruh terhadap peningkatan tarif, misalnya harga sparepart hingga gaji sopir.

Hari ini, 24 Juni 2013, kata Udar, pihak Organda dijadwalkan menyampaikan usulan tarif yang baru bagi angkutan kota. "Besok, tanggal 25 Juni 2013, akan dibahas bersama Pemprov DKI Jakarta, Organda, dan DTKJ," tutur Udar.

Baru pada 26 Juni 2013 mendatang, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan memberikan hasil pembahasannya dengan dua instansi lainnya ke DPRD DKI Jakarta untuk disahkan. Udar berharap tarif baru angkutan kota dapat diputuskan pada tanggal 1 Juli 2013 mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Daftar Kecamatan dan Kelurahan di Tangerang Selatan

    Daftar Kecamatan dan Kelurahan di Tangerang Selatan

    Megapolitan
    11 Lapangan Badminton di Jakarta Selatan

    11 Lapangan Badminton di Jakarta Selatan

    Megapolitan
    Daftar Kecamatan dan Kelurahan di Kota Tangerang

    Daftar Kecamatan dan Kelurahan di Kota Tangerang

    Megapolitan
    Daftar Kecamatan dan Kelurahan di Jakarta Selatan

    Daftar Kecamatan dan Kelurahan di Jakarta Selatan

    Megapolitan
    Daftar Kecamatan dan Kelurahan di Jakarta Timur

    Daftar Kecamatan dan Kelurahan di Jakarta Timur

    Megapolitan
    Dishub DKI Sebut Rute LRT Dalam Pergub RDTR Masih Bisa Disesuaikan

    Dishub DKI Sebut Rute LRT Dalam Pergub RDTR Masih Bisa Disesuaikan

    Megapolitan
    Dua Pencuri Mobil di Karawaci Ditangkap, Modusnya Pura-pura Jadi Calon Pembeli

    Dua Pencuri Mobil di Karawaci Ditangkap, Modusnya Pura-pura Jadi Calon Pembeli

    Megapolitan
    Polisi Kesulitan Identifikasi Pelaku Penembakan Dua Warga di Taman Sari

    Polisi Kesulitan Identifikasi Pelaku Penembakan Dua Warga di Taman Sari

    Megapolitan
    Pemprov DKI Sebut Ada 9 Rencana Jalur LRT, Ini Rutenya

    Pemprov DKI Sebut Ada 9 Rencana Jalur LRT, Ini Rutenya

    Megapolitan
    Putri Pedangdut Gelapkan Belasan Motor, Satu Kendaraan Dijual Rp 2,5 Juta ke Penadah

    Putri Pedangdut Gelapkan Belasan Motor, Satu Kendaraan Dijual Rp 2,5 Juta ke Penadah

    Megapolitan
    Ini Lokasi Pelayanan SIM Keliling hingga SKCK di Kota Tangerang

    Ini Lokasi Pelayanan SIM Keliling hingga SKCK di Kota Tangerang

    Megapolitan
    Remaja Tewas Saat Tawuran Antargeng di Bekasi, Pelaku Masih Berstatus Pelajar

    Remaja Tewas Saat Tawuran Antargeng di Bekasi, Pelaku Masih Berstatus Pelajar

    Megapolitan
    Putri Pedangdut Jadi Tersangka Penggelapan, Total Kerugian Korban Rp 295 Juta

    Putri Pedangdut Jadi Tersangka Penggelapan, Total Kerugian Korban Rp 295 Juta

    Megapolitan
    Cerita Perajin Kecilkan Ukuran Tempe karena Harga Kedelai Naik, Diprotes Konsumen hingga Tak Laku

    Cerita Perajin Kecilkan Ukuran Tempe karena Harga Kedelai Naik, Diprotes Konsumen hingga Tak Laku

    Megapolitan
    Protes Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe: Saya Minta Tolong kepada Presiden...

    Protes Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe: Saya Minta Tolong kepada Presiden...

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.