Kompas.com - 24/06/2013, 12:52 WIB
Puluhan mikrolet diparkir menunggu jatah menarik penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2012). Organda DKI Jakarta akan menaikkan tarif angkutan sekitar 35 persen dari harga semula, bila bahan bakar minyak bersubsidi naik Rp 1.500. KOMPAS/Agus SusantoPuluhan mikrolet diparkir menunggu jatah menarik penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2012). Organda DKI Jakarta akan menaikkan tarif angkutan sekitar 35 persen dari harga semula, bila bahan bakar minyak bersubsidi naik Rp 1.500.
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Masalah kenaikan tarif angkutan umum di DKI Jakarta rencananya akan dibahas Pemda DKI dengan Organda, Masyarakat Transportasi, dan Dewan Transportasi pada sore nanti. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berharap kenaikan tarif angkutan umum nantinya tidak sampai membebani masyarakat DKI Jakarta.

"Sudah saya sampaikan, saya sudah ketemu Organda, kemudian (Organda) sudah memberikan persentasenya berapa, tapi saya enggak mau. Saya minta harus ada rincian, secara detail dari Organda, dari Masyarakat Transportasi, dari Dewan Transportasi, dari pengguna tentu saja," kata Jokowi saat ditemui di Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (24/6/2013).

Meski belum sepakat dengan penyampaian Organda, Jokowi menegaskan dirinya bukan menolak. Menurut mantan Wali Kota Surakata itu, dia butuh rincian yang lebih detail agar keputusannya kelak tidak terlalu membebani masyarakat.

"Bukan keberatan, saya minta detailnya seperti apa," tegas Jokowi.

Menurutnya, rincian detailnya, seperti berapa harga kenaikan solar, kenaikan bensin, (pembayaran) sopir, harga spare part, harus diketahuinya. Jokowi juga berharap tidak ada yang melakukan kenaikan tarif angkutan umum sepihak.

"Kalau caranya semua orang bisa menaikkan, itu kasihan masyarakat, yang terbebani nanti masyarakat," ujar Jokowi.

Pembahasan masalah tarif pun akan dibahas pada Senin sore ini. Jokowi mengatakan akan melihat apakah dapat langsung diputuskan langsung pada hari ini atau hari berikutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nanti sore moga-moga sudah bisa kita putuskan," harapnya.

Baca tentang


    Video Rekomendasi

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

    Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

    Megapolitan
    Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

    Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

    Megapolitan
    Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

    Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

    Megapolitan
    Ketika Anggota TNI AD Tewas Ditusuk karena Lerai Pertikaian di Depok...

    Ketika Anggota TNI AD Tewas Ditusuk karena Lerai Pertikaian di Depok...

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

    Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

    Megapolitan
    Total 1.509 Sekolah di Jakarta Gelar PTM Terbatas Mulai Senin Pekan Depan

    Total 1.509 Sekolah di Jakarta Gelar PTM Terbatas Mulai Senin Pekan Depan

    Megapolitan
    Remaja yang Tenggelam di Kali Teluk Gong Ditemukan Tewas

    Remaja yang Tenggelam di Kali Teluk Gong Ditemukan Tewas

    Megapolitan
    15 Persen Remaja Usia 12-18 Tahun di Jakarta Belum Divaksinasi Covid-19

    15 Persen Remaja Usia 12-18 Tahun di Jakarta Belum Divaksinasi Covid-19

    Megapolitan
    P2G Kritik Pemprov DKI yang Tak Cek Langsung Kelayakan Sekolah Gelar PTM

    P2G Kritik Pemprov DKI yang Tak Cek Langsung Kelayakan Sekolah Gelar PTM

    Megapolitan
    Masuk ke Lapas Tangerang, Eks Mensos Juliari Ditempatkan di Sel Masa Pengenalan Lingkungan

    Masuk ke Lapas Tangerang, Eks Mensos Juliari Ditempatkan di Sel Masa Pengenalan Lingkungan

    Megapolitan
    Wagub DKI Minta Pengusaha Karaoke Sabar Tunggu Izin Beroperasi

    Wagub DKI Minta Pengusaha Karaoke Sabar Tunggu Izin Beroperasi

    Megapolitan
    Polisi Kembali Periksa 3 Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

    Polisi Kembali Periksa 3 Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

    Megapolitan
    Tidak Memiliki Izin, SPBU Indomobil di Bekasi Disegel

    Tidak Memiliki Izin, SPBU Indomobil di Bekasi Disegel

    Megapolitan
    Wagub DKI Berharap Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun Segera Terlaksana

    Wagub DKI Berharap Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun Segera Terlaksana

    Megapolitan
    UPDATE 24 September: Bertambah 15 Kasus Covid-19 dan 22 Pasien Sembuh di Tangsel

    UPDATE 24 September: Bertambah 15 Kasus Covid-19 dan 22 Pasien Sembuh di Tangsel

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.