Kompas.com - 25/06/2013, 13:58 WIB
Novi Amelia diwawancara wartawan menjelang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (28/5/2013). Novi akan menjalani sidang perdanan terkait kasus laka lantas yang dialaminya. BERITA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHANovi Amelia diwawancara wartawan menjelang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (28/5/2013). Novi akan menjalani sidang perdanan terkait kasus laka lantas yang dialaminya.
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Novi Amelia, model majalah pria dewasa yang menabrak beberapa orang di Jakarta Barat, hari ini kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Dia berharap tidak ditahan.

"Saya hanya berharap semoga kasusnya cepat selesai, tidak ada tuntutan serta penahanan pada saya," harap Novi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (25/6/2013).

Sementara kuasa hukum Novi, Rendy Anggara Putra, mengatakan, sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan dari saksi korban.

"Rencananya sidang tersebut menghadirkan lima saksi korban," ujar Rendy.

Novi Amelia mengendarai mobil Honda Jazz di Jalan Gajah Mada, Tamansari, Jakarta Barat, pada 11 Oktober 2012. Diduga dalam pengaruh obat, Novi menabrak tujuh pejalan kaki, termasuk seorang polantas, juga mobil angkot.

Saat ditangkap, Novi sempat membuka pakaiannya. Setelah ditahan, dia sempat menjalani rehabilitasi.

Novi dijerat Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Novi dianggap lalai dalam mengendarai kendaraan bermotor dan terancam dikenakan hukuman paling berat setahun penjara dan denda Rp 2 juta.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ditegur agar Pakai Helm, Seorang Pemotor Malah Acungkan Jari Tengah ke Polisi

    Ditegur agar Pakai Helm, Seorang Pemotor Malah Acungkan Jari Tengah ke Polisi

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara | Alarm Bahaya dari Jakarta yang Jadi Medan Perang Hadapi Omicron

    [POPULER JABODETABEK] Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara | Alarm Bahaya dari Jakarta yang Jadi Medan Perang Hadapi Omicron

    Megapolitan
    UPDATE 17 Januari: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    UPDATE 17 Januari: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Pagi hingga Sore

    Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Pagi hingga Sore

    Megapolitan
    Pemberangkatan Umrah Dihentikan Sementara, Penyedia Jasa Travel Ikuti Arahan Pemerintah

    Pemberangkatan Umrah Dihentikan Sementara, Penyedia Jasa Travel Ikuti Arahan Pemerintah

    Megapolitan
    Epidemiolog Sebut Bom Waktu Omicron Terjadi saat Pelacakan Kasus di Jakarta Lemah

    Epidemiolog Sebut Bom Waktu Omicron Terjadi saat Pelacakan Kasus di Jakarta Lemah

    Megapolitan
    Kurir Sembunyikan 25 Kg Sabu di Dalam Speaker Mobil

    Kurir Sembunyikan 25 Kg Sabu di Dalam Speaker Mobil

    Megapolitan
    Fakta Penjual Gorengan Adu Bacok dengan Rentenir di Ciputat: Akibat Hutang Rp 350.000

    Fakta Penjual Gorengan Adu Bacok dengan Rentenir di Ciputat: Akibat Hutang Rp 350.000

    Megapolitan
    Usai Cabuli Anak Penyandang Autisme, Pelaku Ancam Korban dan Beri Uang Rp 15.000

    Usai Cabuli Anak Penyandang Autisme, Pelaku Ancam Korban dan Beri Uang Rp 15.000

    Megapolitan
    Dibungkus Kemasan Teh, 25 Kilogram Sabu di Legok Diduga dari Jaringan China-Malaysia

    Dibungkus Kemasan Teh, 25 Kilogram Sabu di Legok Diduga dari Jaringan China-Malaysia

    Megapolitan
    Wagub DKI Jakarta Sebut 39 Sekolah Ditutup Akibat Covid-19, Sebagian Sudah Dibuka Kembali

    Wagub DKI Jakarta Sebut 39 Sekolah Ditutup Akibat Covid-19, Sebagian Sudah Dibuka Kembali

    Megapolitan
    Antisipasi Lonjakan Pasien, Pasokan Oksigen di Wisma Atlet Diklaim Aman Hingga 4 Bulan ke Depan

    Antisipasi Lonjakan Pasien, Pasokan Oksigen di Wisma Atlet Diklaim Aman Hingga 4 Bulan ke Depan

    Megapolitan
    Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

    Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

    Megapolitan
    Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

    Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

    Megapolitan
    Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

    Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.