Kompas.com - 25/06/2013, 15:23 WIB
Puluhan mikrolet diparkir menunggu jatah menarik penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2012). Organda DKI Jakarta akan menaikkan tarif angkutan sekitar 35 persen dari harga semula, bila bahan bakar minyak bersubsidi naik Rp 1.500. KOMPAS/Agus SusantoPuluhan mikrolet diparkir menunggu jatah menarik penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2012). Organda DKI Jakarta akan menaikkan tarif angkutan sekitar 35 persen dari harga semula, bila bahan bakar minyak bersubsidi naik Rp 1.500.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga saat ini, belum ada keputusan terkait kenaikan tarif angkutan umum. Hal itu membuat Kepala Terminal Kampung Melayu, Otto Samosir, merasa terjepit.

"Tadi pagi kami rapat bersama Pak Gubernur Jokowi, Dewan Transportasi, dan Organda di Balaikota soal kenaikan tarif. Hasilnya belum ada sampai hari ini," ujar Otto kepada Kompas.com
di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Selasa (25/6/2013).

Otto mengatakan, seharusnya sejak jauh hari pihak Organda mempersiapkan skema kenaikan tarif angkutan umum. Sebab, pihaknya yang harus menindak sopir yang sudah menaikkan tarif angkutan.

"Nah, kalau begini kita yang kejepit karena pengemudi ini secara diam-diam menaikkan harga tarif," ujarnya.

Meski demikian, sebelum ada petunjuk dari pemerintah daerah, pihaknya akan menindak tegas sopir yang ditemui melakukan pelanggaran tarif.

"Pengawasan pelanggaran tetap berjalan. Kami sekarang lagi mencari angkutan umum yang melanggar. Jika ada yang melanggar untuk sementara hanya di-BAP, itu merupakan perintah dari Kepala Dinas, Pak Pristono, dan Kasudin Jakarta Timur," kata dia.

Selain soal kenaikan tarif, pihak terminal juga melakukan pengawasan rutin terkait pamakaian seragam dinas pengemudi angkutan umum dan kartu pengenal. Pengawasan tersebut dilakukan di sejumlah titik, di antaranya di Jalan Jatinegara Barat sejak pukul 06.00-09.00 dan di Jalan Jatinegara Timur dan Otista pukul 16.00-19.00 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengamatan Kompas.com, sejumlah sopir mikrolet M02 jurusan Kampung Melayu-Pulo Gadung yang tidak menggunakan seragam dinas dihentikan petugas Dinas Perhubungan Jakarta Timur. Mereka memeriksa kelengkapan surat dan menanyakan kepada penumpang apakah sopir menaikkan tarif atau tidak. Jika ada pelanggaran, petugas tidak segan menilang si sopir. (Rahmat Patutie)

Baca tentang


    Video Rekomendasi

    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ada Pungli Bansos PKH di Tangerang, Wali Kota Sebut Pemkot Tak Terlibat Penyalurannya

    Ada Pungli Bansos PKH di Tangerang, Wali Kota Sebut Pemkot Tak Terlibat Penyalurannya

    Megapolitan
    Ada Depot Isi Ulang Tabung Oksigen Bayar Sukarela di Matraman, Hari Jumat Gratis

    Ada Depot Isi Ulang Tabung Oksigen Bayar Sukarela di Matraman, Hari Jumat Gratis

    Megapolitan
    Syarat Makan di Warteg Jakarta Selama PPKM Level 4, Dine In Maksimal 20 Menit dan Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

    Syarat Makan di Warteg Jakarta Selama PPKM Level 4, Dine In Maksimal 20 Menit dan Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

    Megapolitan
    Keterisian RS Rujukan Covid-19 di Depok Mulai Turun

    Keterisian RS Rujukan Covid-19 di Depok Mulai Turun

    Megapolitan
    Kejari Temukan Praktik Pungli Bansos Non-tunai di Kota Tangerang, Terdeteksi sejak Juni

    Kejari Temukan Praktik Pungli Bansos Non-tunai di Kota Tangerang, Terdeteksi sejak Juni

    Megapolitan
    Sertifikat Vaksin Covid-19 Tidak Muncul di Aplikasi PeduliLindungi, Apa Penyebabnya?

    Sertifikat Vaksin Covid-19 Tidak Muncul di Aplikasi PeduliLindungi, Apa Penyebabnya?

    Megapolitan
    Pemkot Tangsel Beri Pendampingan Hukum Remaja Perempuan yang Dianiaya Orangtua di Pamulang

    Pemkot Tangsel Beri Pendampingan Hukum Remaja Perempuan yang Dianiaya Orangtua di Pamulang

    Megapolitan
    Ironi Pandemi di Jakarta: RS Diklaim Mulai Lengang, tapi Kematian Pasien Covid-19 Tetap Tinggi

    Ironi Pandemi di Jakarta: RS Diklaim Mulai Lengang, tapi Kematian Pasien Covid-19 Tetap Tinggi

    Megapolitan
    Lurah Larang Warga yang Belum Vaksin Ambil Bansos, Pemkot Jakpus: Itu Inovasi

    Lurah Larang Warga yang Belum Vaksin Ambil Bansos, Pemkot Jakpus: Itu Inovasi

    Megapolitan
    Pemprov DKI Imbau Pasien Covid-19 Isoman untuk Pindah ke Lokasi Isolasi Terkendali, Ini Prosedurnya

    Pemprov DKI Imbau Pasien Covid-19 Isoman untuk Pindah ke Lokasi Isolasi Terkendali, Ini Prosedurnya

    Megapolitan
    Kejari Kota Tangerang Bentuk Tim Usut Pungli Bansos Tunai

    Kejari Kota Tangerang Bentuk Tim Usut Pungli Bansos Tunai

    Megapolitan
    GOR Pulogadung Disiapkan Jadi Tempat Isolasi, Bisa Tampung 100 Pasien OTG

    GOR Pulogadung Disiapkan Jadi Tempat Isolasi, Bisa Tampung 100 Pasien OTG

    Megapolitan
    Polisi Usut Kasus Pungutan Bansos Tunai di Beji Depok

    Polisi Usut Kasus Pungutan Bansos Tunai di Beji Depok

    Megapolitan
    Depok Ingin Buat Lembaga Konsultasi untuk Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

    Depok Ingin Buat Lembaga Konsultasi untuk Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

    Megapolitan
    Larang Warga yang Belum Vaksin Ambil Bansos, Lurah Utan Panjang: Bukan untuk Mempersulit

    Larang Warga yang Belum Vaksin Ambil Bansos, Lurah Utan Panjang: Bukan untuk Mempersulit

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X