Koordinator The Jakmania Akan Diperiksa

Kompas.com - 25/06/2013, 16:04 WIB
Suporter Persib Bandung melihat keadaan dalam bus Tim Persib Bandung di Rest Area KM 19 Tol Cikampek, Jawa Barat, Minggu (22/6/2013). Rombongan Tim Persib yang sedianya akan bertanding melawan tuan rumah Persija Jakarta diserang oleh oknum suporter Persija ketika keluar dari hotel di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta. TRIBUNNEWS/DANY PERMANASuporter Persib Bandung melihat keadaan dalam bus Tim Persib Bandung di Rest Area KM 19 Tol Cikampek, Jawa Barat, Minggu (22/6/2013). Rombongan Tim Persib yang sedianya akan bertanding melawan tuan rumah Persija Jakarta diserang oleh oknum suporter Persija ketika keluar dari hotel di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Siapa kelompok yang menimpuki bus rombongan tim Persib Bandung masih terus diselidiki. Untuk itu, pihak kepolisian berencana memanggil dan memeriksa Koordinator The Jakmania.

"Koordinator The Jakmania dalam waktu dekat dipanggil dan dimintai keterangan, berkaitan dengan mereka yang melakukan perusakan atau oknum-oknum pendompleng seolah-olah suporter Persija," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Selasa (25/6/2013), di kantornya.

Sejauh ini, kata Rikwanto, pihak kepolisian sudah memeriksa 7 orang saksi. Adapun para saksi terdiri dari petugas keamanan, pedagang minuman, maupun pedagang rokok yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, yaitu di Jalan Gatot Subroto arah Semanggi, tak jauh dari Hotel Kartika Chandra.

"Di antara mereka ada yang diambil gambar lewat kamera HP ditambah CCTV di lokasi. Semuanya sudah kita minta dan dianalisis," ungkap Rikwanto.

Menurut Rikwanto, pihak Polda Metro Jaya akan mencoba berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat agar selanjutnya pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung tidak lagi dilaksanakan di kota masing-masing, baik di Jakarta maupun Bandung.

"Berdasarkan pengalaman, kebanyakan yang menjadi sasaran fasilitas umum, kendaraan umum, dan terminal bus ataupun kereta, bahkan sampai makan minum tidak bayar. Maka kita adakan opsi agar pertandingan Persija melawan Persib tidak di kota masing-masing tapi di luar," jelasnya.

Sebelumnya, bus yang mengangkut rombongan pemain dan tim ofisial Persib Bandung dilempari batu oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan Gatot Subroto mengarah ke Semanggi, Sabtu (22/6/2013) siang. Pelemparan dilakukan tak lama setelah bus meninggalkan Hotel Kartika Chandra menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menjalani lanjutan pertandingan ISL melawan Persija Jakarta.

Akibat dilempari batu, bus bernomor polisi D 1405 H itu mengalami pecah kaca. Rombongan tim Persib Bandung pun mengurungkan bertanding dan kembali ke Bandung.

Malam harinya, sejumlah kawasan di Kota Bandung seperti di Braga, Pasteur, Dago, dan Riau terjadi sweeping dan perusakan kendaraan bernomor polisi asal Jakarta (B) oleh sekelompok orang. Diduga kuat, aksi tersebut merupakan aksi balasan dan terkait erat dengan aksi dilemparinya bus Persib Bandung di Jakarta pada siang harinya.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

    UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

    Megapolitan
    Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

    Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

    Megapolitan
    Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

    Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

    Megapolitan
    Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

    Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

    Megapolitan
    Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

    Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

    Megapolitan
    UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

    UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

    Megapolitan
    Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

    Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

    Megapolitan
    UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

    UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

    Megapolitan
    Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

    Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

    Megapolitan
    Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

    Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

    Megapolitan
    Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

    Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

    Megapolitan
    Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

    Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

    Megapolitan
    Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

    Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

    Megapolitan
    UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

    UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

    Megapolitan
    Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

    Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X