Kompas.com - 25/06/2013, 20:40 WIB
Petugas mengisi bahan bakar gas (BBG) jenis gas alam terkompresi (compresed natural gas/CNG) ke bus Transjakarta di stasiun pengisian bahan bakar gas di stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2013). PT Pertamina (Persero) secara resmi mengoperasikan SPBG Mampang  yang telah direvitalisasi dengan total kapasitas gas sebesar 0.5 juta standard metric kubbik per hari guna mendukung program diversifikasi BBM ke BBG yang dicanangkan pemerintah.
KOMPAS/PRIYOMBODOPetugas mengisi bahan bakar gas (BBG) jenis gas alam terkompresi (compresed natural gas/CNG) ke bus Transjakarta di stasiun pengisian bahan bakar gas di stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2013). PT Pertamina (Persero) secara resmi mengoperasikan SPBG Mampang yang telah direvitalisasi dengan total kapasitas gas sebesar 0.5 juta standard metric kubbik per hari guna mendukung program diversifikasi BBM ke BBG yang dicanangkan pemerintah.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengusulkan tarif baru bagi angkutan umum, termasuk bus transjakarta. Mengapa tarif bus transjakarta yang menggunakan bahan bakar gas ikut naik?

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, kenaikan tarif bus transjakarta bukan diakibatkan kenaikan harga bahan bakar minyak. Namun, lebih pada penyesuaian dengan sejumlah komponen yang terkait dengan kenaikan tarif bus transjakarta.

"Komponen lainnya kan banyak, awak bus (gaji sopir), servis bus, pelumas/oli, cuci bus, suku cadang, kan bergerak semua harganya," ujarnya di Balaikota Jakarta, Selasa (25/6/2013).

Jokowi mengatakan, Pemprov DKI terpaksa menaikkan tarif bus transjakarta karena sejumlah harga barang turut naik. Jokowi sebetulnya ingin menggratiskan penumpang transportasi andalan warga Jakarta tersebut.

Berdasarkan perbandingan kalkulasi antara Dinas Perhubungan DKI, Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI, dan Dewan Transportasi Kota Jakarta, diusulkan tarif baru bagi bus kecil sebanyak Rp 3.000, bus sedang Rp 3.000, bus besar Rp 3.000, dan bus transjakarta menjadi Rp 5.000.

Jokowi mengatakan, kenaikan tarif tersebut hanya berlaku bagi sarana transporasi kelas ekonomi. Adapun bagi angkutan dengan kelas non-ekonomi, penentuan tarif diserahkan pada mekanisme pasar.

Draf usulan tarif baru itu kemudian diserahkan kepada DPRD DKI untuk mendapat persetujuan. Jokowi berharap para wakil rakyat Jakarta segera menyetujui usulan dari Pemprov DKI agar dapat diumumkan kepada operator angkutan kota dan masyarakat umum.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Disdik DKI Klaim Uji Coba Sekolah Tatap Muka Berjalan Lancar

    Disdik DKI Klaim Uji Coba Sekolah Tatap Muka Berjalan Lancar

    Megapolitan
    Masjid Agung Al Jihad di Ciputat Berawal dari Surau

    Masjid Agung Al Jihad di Ciputat Berawal dari Surau

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Kasus KDRT Serpong, Istri Dipaksa Pompa ASI oleh Suami hingga Dianiaya

    [POPULER JABODETABEK] Kasus KDRT Serpong, Istri Dipaksa Pompa ASI oleh Suami hingga Dianiaya

    Megapolitan
    Rantai Sepeda Motor Terkunci, Pemotor Tabrak Tiang Listrik di Cipete

    Rantai Sepeda Motor Terkunci, Pemotor Tabrak Tiang Listrik di Cipete

    Megapolitan
    Sidang Kasus Rizieq Dilanjutkan Hari Ini, Jaksa Akan Hadirkan 5 Saksi

    Sidang Kasus Rizieq Dilanjutkan Hari Ini, Jaksa Akan Hadirkan 5 Saksi

    Megapolitan
    Masih Ada 594 Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

    Masih Ada 594 Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

    Megapolitan
    Trotoar Margonda Depok Akan Diperlebar, di Atasnya Ada Jalur Sepeda

    Trotoar Margonda Depok Akan Diperlebar, di Atasnya Ada Jalur Sepeda

    Megapolitan
    [Update 21 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 21 Pasien

    [Update 21 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 21 Pasien

    Megapolitan
    Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di RS UI Kini Dibuka untuk Umum, Tak Hanya Warga Depok

    Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di RS UI Kini Dibuka untuk Umum, Tak Hanya Warga Depok

    Megapolitan
    Mudik Dilarang, Pemkot Bekasi Godok Ketentuan SIKM

    Mudik Dilarang, Pemkot Bekasi Godok Ketentuan SIKM

    Megapolitan
    Relief dari Sultan Ageng Tirtayasa hingga Makam Sepupu Imam Masjidil Haram di Masjid Jami Kalipasir

    Relief dari Sultan Ageng Tirtayasa hingga Makam Sepupu Imam Masjidil Haram di Masjid Jami Kalipasir

    Megapolitan
    Artis Rio Reifan 4 Kali Ditangkap karena Narkoba dan Belum Pernah Direhabilitasi

    Artis Rio Reifan 4 Kali Ditangkap karena Narkoba dan Belum Pernah Direhabilitasi

    Megapolitan
    Depok Catat 155 Kasus Baru Covid-19, 2 Pasien Meninggal Dunia

    Depok Catat 155 Kasus Baru Covid-19, 2 Pasien Meninggal Dunia

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

    Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

    Megapolitan
    Masjid Kalipasir Tangerang dan Cerita soal Pilar Pemberian Sunan Kalijaga

    Masjid Kalipasir Tangerang dan Cerita soal Pilar Pemberian Sunan Kalijaga

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X