Kepala BNN: "Wajar" Penyalahgunaan Narkoba di Jakarta Tinggi

Kompas.com - 26/06/2013, 07:01 WIB
Barang bukti penangkapan bandar narkoba oleh anggota kepolisian Polrestro Jakarta Barat pada Kamis (31/1/2013). Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 8 kg sabu dan uang tunai Rp 95 juta. KOMPAS.com/ALFIYYATUR ROHMAHBarang bukti penangkapan bandar narkoba oleh anggota kepolisian Polrestro Jakarta Barat pada Kamis (31/1/2013). Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 8 kg sabu dan uang tunai Rp 95 juta.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Jakarta disebut sebagai daerah dengan angka tertinggi kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Tercatat sekurangnya 480 ribu warga Jakarta telah menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Rumah sakit khusus rehabilitasi direncanakan akan ada di Jakarta.

"Ini kota besar, mereka (para pengedar narkoba) mengumpulnya di Jakarta. Jakarta pusat segala macam kegiatan, wajar-wajar saja jumlah penyalah guna narkoba jadi cukup besar," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar dalam acara peringatan Hari Anti-Narkoba Internasional, di Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2013).

Banyaknya jumlah pengguna yang juga adalah korban narkoba, ujar Anang, adalah alasan BNN bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendirikan rumah sakit khusus rehabilitasi pecandu narkoba di Jakarta.

Alih fungsi RSUD

Rencananya, kata Anang, rumah sakit itu akan dibangun di kawasan Duren Sawit Jakarta Timur. Dia menambahkan, ada rencana untuk mengalihfungsikan RSUD Duren Sawit menjadi tempat rehabilitasi narkoba.

"Langkah Gubernur yang cukup bagus karena memang di Jakarta ini belum ada tempat rehabilitasi untuk warga Jakarta yang saat ini kurang lebih ada 480 ribu penyalah guna narkoba," ungkap Anang.

Selain peringatan Hari Anti-Narkoba Internasional, acara yang digelar oleh BNN pada Selasa malam tersebut juga dalam rangka peluncuran situs www.bnn-dki.com. Situs ini diharapkan mempermudah masyarakat mendapatkan informasi soal bahaya narkoba dan langkah positif untuk menghindarinya. Targetnya, kepedulian masyarakat, terutama generasi muda, akan tumbuh terhadap gerakan anti-narkoba.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Rekomendasi

    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini 1.609 Orang

    Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini 1.609 Orang

    Megapolitan
    Langgar Ganjil Genap, Petugas Putar Balik 2.000 Kendaraan di Kota Bogor

    Langgar Ganjil Genap, Petugas Putar Balik 2.000 Kendaraan di Kota Bogor

    Megapolitan
    Ada Nobar Euro 2020 di Pamulang, Wali Kota Tangsel Kerahkan Anggota untuk Razia

    Ada Nobar Euro 2020 di Pamulang, Wali Kota Tangsel Kerahkan Anggota untuk Razia

    Megapolitan
    Depok Buka Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Usia 18 Tahun ke Atas

    Depok Buka Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Usia 18 Tahun ke Atas

    Megapolitan
    37 Balita Positif Covid-19 di Depok Hari Ini, Sama dengan Lansia

    37 Balita Positif Covid-19 di Depok Hari Ini, Sama dengan Lansia

    Megapolitan
    Depok Catat 543 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak Kedua Sepanjang Sejarah

    Depok Catat 543 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak Kedua Sepanjang Sejarah

    Megapolitan
    Rekor Lagi, 4.895 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Hari Ini

    Rekor Lagi, 4.895 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Hari Ini

    Megapolitan
    Covid-19 di Bekasi Naik Hampir 90 Persen, Wali Kota: Bukan Meningkat, tapi Melonjak Vertikal!

    Covid-19 di Bekasi Naik Hampir 90 Persen, Wali Kota: Bukan Meningkat, tapi Melonjak Vertikal!

    Megapolitan
    Palak Pedagang Dimsum, 2 Pria yang Mengaku Jawara di Serpong Ditangkap

    Palak Pedagang Dimsum, 2 Pria yang Mengaku Jawara di Serpong Ditangkap

    Megapolitan
    Masih Banyak Warga yang Enggan Disuntik Vaksin Covid-19, Apa Alasan Mereka?

    Masih Banyak Warga yang Enggan Disuntik Vaksin Covid-19, Apa Alasan Mereka?

    Megapolitan
    138 Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Graha Wisata Ragunan, Kapasitas Ruangan Tersedia Tinggal 6 Kamar

    138 Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Graha Wisata Ragunan, Kapasitas Ruangan Tersedia Tinggal 6 Kamar

    Megapolitan
    Warga Ber-KTP Non DKI Terpapar Covid-19 di Jakarta, Ini Cara untuk Mendapatkan Perawatan

    Warga Ber-KTP Non DKI Terpapar Covid-19 di Jakarta, Ini Cara untuk Mendapatkan Perawatan

    Megapolitan
    13 Tahun MRT Jakarta: Transformasi dan Kolaborasi

    13 Tahun MRT Jakarta: Transformasi dan Kolaborasi

    Megapolitan
    Para Pesepeda Tolak Wacana Pembongkaran Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin

    Para Pesepeda Tolak Wacana Pembongkaran Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin

    Megapolitan
    RS Mulai Penuh, Anies: Hindari Bepergian yang Tidak Perlu, Nanti Menyesal

    RS Mulai Penuh, Anies: Hindari Bepergian yang Tidak Perlu, Nanti Menyesal

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X