Kompas.com - 26/06/2013, 14:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) dan Direktur Utama Mass Rapid Transit (MRT) Dono Boestami (kanan) memegang gambar maket stasiun Mass Rapid Transit (MRT) yang akan dibangun di Bundaran Hotel Indonesia, pada pencanangan pembangunan MRT Jakarta di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (2/5/2013). Pembangunan MRT tahap Pertama, yaitu jurusan Lebak Bulus - Bundaran HI, dinyatakan dimulai. Tiga paket underground yang akan dikerjakan; dua paket diantaranya dikerjakan oleh perusahaan pemenang tender yaitu joint venture Shimizu-Obayashi-Wijaya Karya-Jaya Construction, dan   satu paket lainnya dikerjakan oleh Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC)-Hutama Karya.

KOMPAS/LASTI KURNIAGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) dan Direktur Utama Mass Rapid Transit (MRT) Dono Boestami (kanan) memegang gambar maket stasiun Mass Rapid Transit (MRT) yang akan dibangun di Bundaran Hotel Indonesia, pada pencanangan pembangunan MRT Jakarta di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (2/5/2013). Pembangunan MRT tahap Pertama, yaitu jurusan Lebak Bulus - Bundaran HI, dinyatakan dimulai. Tiga paket underground yang akan dikerjakan; dua paket diantaranya dikerjakan oleh perusahaan pemenang tender yaitu joint venture Shimizu-Obayashi-Wijaya Karya-Jaya Construction, dan satu paket lainnya dikerjakan oleh Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC)-Hutama Karya.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui bahwa proses pembangunan mass rapid transit (MRT) Jakarta akan memakan waktu lima tahun. Sebagai konsekuensi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menuai protes akibat pembangunan MRT yang dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas.

"Di DKI, MRT itu paling cepat dengan segala macam urusan dan masalah, lima tahun baru jadi, baru setengah. Kita bisa bayangkan kalau bangun MRT, macetnya Jakarta seperti apa," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (26/6/2013).

Basuki memprediksi, pembangunan MRT yang akan dimulai pada Oktober 2013 itu tak akan selesai hingga masa jabatannya bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang tersisa 4 tahun lebih selesai.

"Artinya, MRT ini belum selesai, kami sudah harus pemilukada lagi, kalau mau ikut lagi di 2017," ujar Basuki.

Sebagai risikonya, kata Basuki, warga Jakarta mungkin tidak akan memilih kembali mereka jika keduanya kembali maju di pemilihan kepala daerah 2017. Basuki memperkirakan, mungkin akan banyak warga yang mengutuk mereka akibat kemacetan yang ditimbulkan dari pembangunan MRT.

"Itu risikonya, tidak dipilih orang lagi karena kemacetan akan menggila. Selama empat tahun, orang akan mengutuki, kira-kira begitu," ujar Basuki.

Basuki mengatakan, setiap usaha pasti ada perlawanan karena ada banyak orang yang berada di zona nyaman dan tidak visioner akan menentang apa yang dilakukan oleh Jokowi-Basuki.

Basuki yakin proyek MRT ini akan berjalan baik meski banyak kendala di awal proyek. Ia mencontohkan pembangunan MRT di Singapura yang sudah dimulai sejak 1982. Waktu itu, kata Basuki, Singapura melakukan kajian dan banyak yang meminta agar MRT tidak dibangun. Namun, ada satu menteri di sana yang minta kajian dari konsultan lain.

"Akhirnya, diputuskan (Singapura) untuk bangun MRT. Nah, hari ini mereka menikmati," ujar Basuki.

Basuki mengatakan, apa yang dilakukannya bersama Jokowi hanya untuk membawa perubahan bagi Jakarta. Menurutnya, jika Pemprov DKI mengulur waktu pembangunan MRT selama 30 sampai 40 tahun lagi, Jakarta akan tertinggal.

"Pak Gubernur dengan saya putuskan, kita lebih baik tidak terpilih kembali asal kami bisa meletakkan dasar yang benar untuk sebuah Jakarta Baru," kata Basuki.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Lebaran di Rutan Mabes Polri, Rizieq Shihab Minta Didoakan

    Lebaran di Rutan Mabes Polri, Rizieq Shihab Minta Didoakan

    Megapolitan
    Sabtu Ini, Taman Impian Jaya Ancol Tutup karena Penyemprotan Disinfektan

    Sabtu Ini, Taman Impian Jaya Ancol Tutup karena Penyemprotan Disinfektan

    Megapolitan
    Ketika Warga Jakarta Ngotot Berziarah Saat Anies Berlakukan Larangan Ziarah Kubur di Libur Lebaran...

    Ketika Warga Jakarta Ngotot Berziarah Saat Anies Berlakukan Larangan Ziarah Kubur di Libur Lebaran...

    Megapolitan
    Tokoh Betawi: Larangan Ziarah Kubur untuk Kemaslahatan

    Tokoh Betawi: Larangan Ziarah Kubur untuk Kemaslahatan

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Anies Ingin Data Warga yang Kembali dari Mudik | Peziarah Paksa Buka TPU Tegal Alur

    [POPULER JABODETABEK] Anies Ingin Data Warga yang Kembali dari Mudik | Peziarah Paksa Buka TPU Tegal Alur

    Megapolitan
    Pemudik Kembali ke Jakarta Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

    Pemudik Kembali ke Jakarta Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

    Megapolitan
    Tiga Remaja Bercanda Transaksi Narkoba Usai Shalat Id, Dibawa ke Kantor Polisi

    Tiga Remaja Bercanda Transaksi Narkoba Usai Shalat Id, Dibawa ke Kantor Polisi

    Megapolitan
    Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Anies Siapkan Dua Lapis Screening Saat Arus Balik

    Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Anies Siapkan Dua Lapis Screening Saat Arus Balik

    Megapolitan
    Jakarta Catat 632 Kasus Baru Covid-19, 30 Pasien Meninggal dalam Sehari

    Jakarta Catat 632 Kasus Baru Covid-19, 30 Pasien Meninggal dalam Sehari

    Megapolitan
    Update: 53 Kasus Baru Covid-19 di Depok

    Update: 53 Kasus Baru Covid-19 di Depok

    Megapolitan
    Hari Kedua Lebaran, Hampir 23.000 Orang Kunjungi TMII

    Hari Kedua Lebaran, Hampir 23.000 Orang Kunjungi TMII

    Megapolitan
    Penyekatan Kendaraan Keluar Jakata Berakhir Malam Ini, Tol Layang MBZ Pun Kembali Dibuka

    Penyekatan Kendaraan Keluar Jakata Berakhir Malam Ini, Tol Layang MBZ Pun Kembali Dibuka

    Megapolitan
    Kebakaran Hanguskan 3 Toko dan 2 Rumah di Jalan Sultan Agung Bekasi

    Kebakaran Hanguskan 3 Toko dan 2 Rumah di Jalan Sultan Agung Bekasi

    Megapolitan
    Polisi Periksa Korban dan Tersangka pada Kasus Tamu Hotel Bobobox Direkam Saat Mandi

    Polisi Periksa Korban dan Tersangka pada Kasus Tamu Hotel Bobobox Direkam Saat Mandi

    Megapolitan
    Proyektil Peluru Ditemukan di Rumah Warga di Pondok Pucung

    Proyektil Peluru Ditemukan di Rumah Warga di Pondok Pucung

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X