Kompas.com - 26/06/2013, 16:10 WIB
Pembukaan Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2013  ditandai dengan pesta kembang api yang dimulai setelah pemencetan sirene oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2013) malam. Ini merupakan kembang api kedua setelah pada 6 Juni 2012 lalu juga dilakukan pesta kembang api sebagai tanda dimulainya PRJ 2013 yang mengusung tema Terus Maju Jakartaku. TRIBUN JAKARTA/JEPRIMA JEPRIMAPembukaan Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2013 ditandai dengan pesta kembang api yang dimulai setelah pemencetan sirene oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2013) malam. Ini merupakan kembang api kedua setelah pada 6 Juni 2012 lalu juga dilakukan pesta kembang api sebagai tanda dimulainya PRJ 2013 yang mengusung tema Terus Maju Jakartaku. TRIBUN JAKARTA/JEPRIMA
EditorAna Shofiana Syatiri


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Acara Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) di Monas yang digagas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendapat kritik dari Sutiyoso. Mantan Gubernur DKI dua periode itu meminta Jokowi tidak mengorbankan Jakarta Fair demi Pesta Rakyat Jakarta.

Menurut Sutiyoso, Jakarta Fair Kemayoran harus tetap dipertahankan karena sudah dikenal di seluruh Indonesia dan mancanegara. Jika ingin membuat event serupa, Pemprov DKI diminta mencari tempat lain yang memang dikhususkan untuk acara tersebut.

"Kalau tujuannya untuk membuat pesta rakyat, bisa saja Gubernur yang sekarang bikin. Tapi itu misinya jelas berbeda dengan PRJ ini," kata pria yang akrab disapa Bang Yos itu dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/6/2013).

Menurut Sutiyoso, Jakarta Fair diadakan dengan tujuan sebagai wadah promosi produk-produk unggulan UKM, di samping memang ada produk-produk industri besar yang juga ditawarkan. Ia berharap Jakarta Fair bukan hanya dipertahankan oleh Gubernur DKI yang sekarang, tetapi juga harus diupayakan agar semakin dikenal di mancanegara. Dengan begitu, semakin banyak yang melakukan transaksi di ajang pameran terbesar di Asia Tenggara tersebut.

"Saya setuju pesta rakyat, cuma saran saya jangan menggunakan Monas. Sebab Monas itu kita proyeksikan sebagai ruang terbuka hijau, untuk penghijauan, untuk rekreasi. Harus dipelihara keutuhannya, termasuk taman-taman yang ada di sana," ucapnya.

"Sebaiknya nantinya untuk penyelenggaraan pesta rakyat itu Pemprov DKI mesti mencari lahan-lahan baru lagi," katanya menambahkan.

Dikatakan dia, semasa menjabat Gubernur DKI, pesta rakyat diadakan dua kali dalam setahun. Yakni bertepatan dengan perayaan tahun baru dan bertepatan perayaan HUT DKI. Saat itu, pesta rakyat diadakan di Ancol dan di Taman Mini Indonesia Indah.

Mengenai keberadaan UKM dan pedagang kecil di Jakarta Fair, Sutiyoso mengatakan bahwa sejak dulu Jakarta Fair menyediakan tempat untuk para pedagang kecil dan UKM, yakni di kawasan Gambir Expo yang berada di sisi utara Arena PRJ Kemayoran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Trotoar di Cilandak Dibongkar secara Ilegal, Pemkot Jaksel Akui Pengawasan Sudin Bina Marga Lemah

    Trotoar di Cilandak Dibongkar secara Ilegal, Pemkot Jaksel Akui Pengawasan Sudin Bina Marga Lemah

    Megapolitan
    Wagub DKI: Sejauh Pekerjaan Dapat Dikerjakan dari Rumah, Kami Minta Kerjakan di Rumah

    Wagub DKI: Sejauh Pekerjaan Dapat Dikerjakan dari Rumah, Kami Minta Kerjakan di Rumah

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 Naik, Pemprov DKI Jakarta Pertimbangkan Hapus Sementara Aturan Ganjil Genap

    Kasus Covid-19 Naik, Pemprov DKI Jakarta Pertimbangkan Hapus Sementara Aturan Ganjil Genap

    Megapolitan
    Kejari Jakpus Eksekusi DPO Kasus Korupsi Bank Mandiri Senilai Rp 120 Miliar

    Kejari Jakpus Eksekusi DPO Kasus Korupsi Bank Mandiri Senilai Rp 120 Miliar

    Megapolitan
    Banjir Tak Surut dalam 6 Jam, Wagub DKI: Beberapa Titik Memang Datarannya Sangat Rendah

    Banjir Tak Surut dalam 6 Jam, Wagub DKI: Beberapa Titik Memang Datarannya Sangat Rendah

    Megapolitan
    Menyangsikan Manfaat Sumur Resapan, Bikin Jalan Rusak, sedangkan Banjir Tetap Lama Surut

    Menyangsikan Manfaat Sumur Resapan, Bikin Jalan Rusak, sedangkan Banjir Tetap Lama Surut

    Megapolitan
    4 Warga Kota Tangerang Terpapar Omicron, Kini Dirawat di RS

    4 Warga Kota Tangerang Terpapar Omicron, Kini Dirawat di RS

    Megapolitan
    PDI-P DKI Sebut Sumur Resapan Program Unggulan Anies Terbukti Gagal Atasi Banjir Jakarta

    PDI-P DKI Sebut Sumur Resapan Program Unggulan Anies Terbukti Gagal Atasi Banjir Jakarta

    Megapolitan
    Problematika Banjir yang Merendam Tegal Alur Jakarta Barat

    Problematika Banjir yang Merendam Tegal Alur Jakarta Barat

    Megapolitan
    Ini Alasan Wagub DKI soal Banjir Jakarta yang Belum Surut dalam 6 Jam

    Ini Alasan Wagub DKI soal Banjir Jakarta yang Belum Surut dalam 6 Jam

    Megapolitan
    Manuver Kadin Tolak Kenaikan UMP 5 Persen, Kini Kritik Apindo yang Gugat Anies

    Manuver Kadin Tolak Kenaikan UMP 5 Persen, Kini Kritik Apindo yang Gugat Anies

    Megapolitan
    UPDATE 19 Januari: Tambah 83 Kasus di Kota Tangerang, 287 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    UPDATE 19 Januari: Tambah 83 Kasus di Kota Tangerang, 287 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    UPDATE 19 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 77, Pasien Dirawat Bertambah 64

    UPDATE 19 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 77, Pasien Dirawat Bertambah 64

    Megapolitan
    Sebut Warga Tak Tahu Tim Jaguar Sudah Dilebur, Iptu Winam: Pelan-pelan Ingatan Itu Akan Hilang

    Sebut Warga Tak Tahu Tim Jaguar Sudah Dilebur, Iptu Winam: Pelan-pelan Ingatan Itu Akan Hilang

    Megapolitan
    Polisi Tangkap Enam Pencuri Rumah Kosong, Sepucuk Senjata Api hingga Sepeda Motor Jadi Barang Bukti

    Polisi Tangkap Enam Pencuri Rumah Kosong, Sepucuk Senjata Api hingga Sepeda Motor Jadi Barang Bukti

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.