Kompas.com - 28/06/2013, 14:59 WIB
Puluhan mikrolet diparkir menunggu jatah menarik penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2012). Organda DKI Jakarta akan menaikkan tarif angkutan sekitar 35 persen dari harga semula, bila bahan bakar minyak bersubsidi naik Rp 1.500. KOMPAS/Agus SusantoPuluhan mikrolet diparkir menunggu jatah menarik penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2012). Organda DKI Jakarta akan menaikkan tarif angkutan sekitar 35 persen dari harga semula, bila bahan bakar minyak bersubsidi naik Rp 1.500.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah fraksi di DPRD mempertanyakan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai kompensasi bagi warga terkait usul kenaikan tarif angkutan umum di Jakarta. Fraksi-fraksi menilai masalah pelayanan dan kondisi angkutan masih belum menjamin hak masyarakat atas kenaikan tarif.

Anggota Fraksi Golkar di Komisi E DPRD, Ashraf Ali, mengatakan bahwa kenaikan tarif haruslah dimbangi dengan kelayakan dan pelayanan angkutan umum bagi masyarakat.

"Saya melihat hanya kecil angkutan umum yang dinyatakan layak. Saya enggak tahu, Pak Pristono (Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono), ini apa sih kendalanya? Kendaraan yang tidak layak masih ada. Jangan-jangan remnya juga enggak ada, bisa menimbulkan korban," kata Ashraf saat pembahasan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (28/6/2013).

Selain menyoroti hal itu, Ashraf mengatakan, sopir angkutan umum juga seharusnya memiliki pelatihan khusus. Ia menyebutkan, pengemudi kendaraan tidak hanya orang yang memiliki SIM, tetapi juga memiliki sertifikat mengemudi.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Fraksi Demokrat, Najmatul Fahizah, mempertanyakan mengenai sejauh mana pelayanan uji kelaikan kendaraan angkutan yang beroperasi. Ia mengatakan bahwa masih ada angkutan bus di bawah naungan Dishub DKI yang menimbulkan polusi tinggi.

"Kenyataannya, di lapangan masih ada bus yang asapnya hitam. Terus angkot tidak ada lampu zein-nya. Sejauh mana sudah diuji, seperti yang disampaikan Pak Ashraf tadi. Jadi, saya pikir banyak komponen yang melengkapi keamanan dan kenyamanan bagi penggunaan angkutan umum," ujarnya.

Menanggapi penyampaian dari fraksi itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan, Dishub DKI bisa melakukan perbaikan pelayanan yang tidak memerlukan biaya operasional tinggi, seperti penertiban sopir tembak.

"Masalah sopir tembak, oper (penumpang) di tengah jalan, KIR, asap hitam (knalpot) sehingga mereka masyarakat tidak hanya mengeluh kenaikan tarif, tapi ada perbaikan layanan dari kita," ujar Triwisaksana.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Anies Instruksikan Anak Buahnya Tuntaskan Program Pembangunan pada Tahun Ini

    Anies Instruksikan Anak Buahnya Tuntaskan Program Pembangunan pada Tahun Ini

    Megapolitan
    Hukum Mimpi Basah Saat Puasa Ramadhan

    Hukum Mimpi Basah Saat Puasa Ramadhan

    Megapolitan
    Tertimpa Pohon Tumbang di Kembangan, Sebuah Mobil Rusak Parah

    Tertimpa Pohon Tumbang di Kembangan, Sebuah Mobil Rusak Parah

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 15 April 2021

    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 15 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 15 April 2021

    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 15 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 15 April 2021

    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 15 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 15 April 2021

    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 15 April 2021

    Megapolitan
    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 15 April 2021

    Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 15 April 2021

    Megapolitan
    UPDATE 14 April: Ada 23 Kasus Baru Covid-19 dan 1 Pasien Meninggal di Tangsel

    UPDATE 14 April: Ada 23 Kasus Baru Covid-19 dan 1 Pasien Meninggal di Tangsel

    Megapolitan
    Berbagai Hal yang Perlu Diketahui soal SIM Online: Cara Registrasi, Tarif, hingga Tes

    Berbagai Hal yang Perlu Diketahui soal SIM Online: Cara Registrasi, Tarif, hingga Tes

    Megapolitan
    Polisi Tentukan 18 Lokasi Penyekatan Pemudik, Ini Titik-titiknya

    Polisi Tentukan 18 Lokasi Penyekatan Pemudik, Ini Titik-titiknya

    Megapolitan
    Sidang Kasus Tes Usap Palsu Rizieq Shihab Dilanjutkan Rabu Pekan Depan

    Sidang Kasus Tes Usap Palsu Rizieq Shihab Dilanjutkan Rabu Pekan Depan

    Megapolitan
    Hujan Deras Sejak Sore, Pohon Tumbang di Delapan Titik Kawasan Jakarta Barat

    Hujan Deras Sejak Sore, Pohon Tumbang di Delapan Titik Kawasan Jakarta Barat

    Megapolitan
    Jadi Tuan Rumah Porprov Banten 2022, Pemkot Tangerang Mulai Benahi 11 GOR

    Jadi Tuan Rumah Porprov Banten 2022, Pemkot Tangerang Mulai Benahi 11 GOR

    Megapolitan
    UPDATE: Ada 56 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jumlah Pasien 577 Orang

    UPDATE: Ada 56 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jumlah Pasien 577 Orang

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X