Jaga Pintu Masuk, Jokowi Persilakan Warga Nonton Gratis "Ariah"

Kompas.com - 28/06/2013, 22:44 WIB
Sorot lampu warna-warni menyinari panggung raksasa saat latihan pentas drama tari kolosal karya sutradara Atilah Soeryadjaya berjudul 'Ariah' di pelataran Monumen Nasional di Jakarta, Senin (24/6/203). Penata artistik Jay Subyakto dan penata musik Erwin Gutawa akan berkolaborasi membuat tontonan menarik. Pentas yang melibatkan ratusan penari, pemusik, dan tim kreatif lain akan digelar pada 28-30 Juni 2013 sebagai bagian dari perayaan HUT Ke-486 Jakarta. KOMPAS/IWAN SETIYAWANSorot lampu warna-warni menyinari panggung raksasa saat latihan pentas drama tari kolosal karya sutradara Atilah Soeryadjaya berjudul 'Ariah' di pelataran Monumen Nasional di Jakarta, Senin (24/6/203). Penata artistik Jay Subyakto dan penata musik Erwin Gutawa akan berkolaborasi membuat tontonan menarik. Pentas yang melibatkan ratusan penari, pemusik, dan tim kreatif lain akan digelar pada 28-30 Juni 2013 sebagai bagian dari perayaan HUT Ke-486 Jakarta.
|
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah warga menyaksikan pertunjukan drama musikal Ariah di Monumen Nasional (Monas), Jumat (28/6/2013), secara gratis setelah Gubernur Joko Widodo mengambil alih tugas penjaga loket dan pintu masuk lokasi pertunjukan itu.

Jokowi datang bersama dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri. Namun, ketika ingin memasuki lokasi pertunjukan, Jokowi melihat ada banyak orang berdiri di luar pagar.

Jokowi kemudian menggebrak pagar, tetapi bukan karena marah. Gebrakan itu mengejutkan para petugas loket dan pintu masuk. Namun, belum lagi menyadari apa maksud Jokowi, mereka melihat Jokowi mengambil alih tugas mereka dan mempersilakan warga yang berada di luar untuk masuk, entah apakah mereka memiliki atau tidak tiket yang dijual dengan harga Rp 2.000. Petugas loket dan penjaga pintu masuk akhirnya mengerti maksud Jokowi dan mengikuti arahan Jokowi.

"Ayo masuk, masuk saja cepat-cepat. Kalau sudah penuh, pintunya langsung ditutup lho ini," kata Jokowi, di Monas, Jakarta, Jumat (28/6/2013).

Jokowi berdiri di depan pintu loket untuk mengarahkan warga masuk ke dalam area pertunjukan. Beberapa di antara warga itu mengelu-elukan nama Jokowi. Ada pula yang menggunakan kesempatan itu untuk bersalaman dan berfoto bersama Jokowi.

"Ini pesta rakyat, Pak Jokowi! Hidup Pak Jokowi," seru seorang warga.

Pertunjukan drama musikal Ariah ini bercerita tentang seorang wanita Betawi yang berjuang mempertahankan martabat dan kehormatannya. Sejumlah tokoh yang terlibat dalam pertunjukan ini antara lain Atilah Soeryadjaya (sutradara dan penulis naskah), Jay Subiakto (penata artistik), dan Erwin Gutawa (penata musik).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertunjukan ini diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-486 DKI Jakarta dan akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari Jumat (28/6/2013).

Baca tentang


    Video Rekomendasi

    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Gudang SMPN 97 Jakarta Terbakar

    Gudang SMPN 97 Jakarta Terbakar

    Megapolitan
    Petugas Gabungan Bubarkan Resepsi Pernikahan di Pulogadung

    Petugas Gabungan Bubarkan Resepsi Pernikahan di Pulogadung

    Megapolitan
    UPDATE 25 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 301 Kasus Baru Covid-19

    UPDATE 25 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 301 Kasus Baru Covid-19

    Megapolitan
    Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Pengelola: Sangat Kecil Kemungkinan Oknumnya Pedagang

    Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Pengelola: Sangat Kecil Kemungkinan Oknumnya Pedagang

    Megapolitan
    UPDATE 25 Juli: Kota Bekasi Catat 1.664 Kasus Baru Covid-19

    UPDATE 25 Juli: Kota Bekasi Catat 1.664 Kasus Baru Covid-19

    Megapolitan
    UPDATE 25 Juli: Kota Tangerang Catat 399 Kasus Baru Covid-19

    UPDATE 25 Juli: Kota Tangerang Catat 399 Kasus Baru Covid-19

    Megapolitan
    UPDATE 25 Juli: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 5.393, Jumlah Tes Berkurang Dibanding Kemarin

    UPDATE 25 Juli: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 5.393, Jumlah Tes Berkurang Dibanding Kemarin

    Megapolitan
    UPDATE 25 Juli: Kasus Positif Covid di Tangsel Bertambah 142, Pasien Meninggal 10 Orang

    UPDATE 25 Juli: Kasus Positif Covid di Tangsel Bertambah 142, Pasien Meninggal 10 Orang

    Megapolitan
    Wali Kota Jakarta Utara Maksimalkan Fungsi Kader Pulih untuk Bantuk Pasien Isoman

    Wali Kota Jakarta Utara Maksimalkan Fungsi Kader Pulih untuk Bantuk Pasien Isoman

    Megapolitan
    Wali Kota Jakarta Utara Ajak Pasien Isoman Lakukan Isolasi Terkendali di Rusun Nagrak

    Wali Kota Jakarta Utara Ajak Pasien Isoman Lakukan Isolasi Terkendali di Rusun Nagrak

    Megapolitan
    Kronologi Penangkapan Dua Pencuri Motor Bersenpi yang Babak Belur Dihajar Massa di Pagedangan

    Kronologi Penangkapan Dua Pencuri Motor Bersenpi yang Babak Belur Dihajar Massa di Pagedangan

    Megapolitan
    Kadin Minta jika PPKM Diperpanjang Mal Dibuka, tetapi Pekerja dan Pengunjung Harus Telah Divaksin

    Kadin Minta jika PPKM Diperpanjang Mal Dibuka, tetapi Pekerja dan Pengunjung Harus Telah Divaksin

    Megapolitan
    Kebakaran Hanguskan Rumah Ketua RT di Tanah Abang

    Kebakaran Hanguskan Rumah Ketua RT di Tanah Abang

    Megapolitan
    Dua Pencuri Motor Bersenjata Api di Pagedangan Keluarkan Tembakan ke Arah Warga

    Dua Pencuri Motor Bersenjata Api di Pagedangan Keluarkan Tembakan ke Arah Warga

    Megapolitan
    Koalisi Masyarakat Tolak Penambahan Sanksi Pidana dan Kewenangan Satpol PP dalam Draf Revisi Perda Covid-19

    Koalisi Masyarakat Tolak Penambahan Sanksi Pidana dan Kewenangan Satpol PP dalam Draf Revisi Perda Covid-19

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X