Kompas.com - 29/06/2013, 15:59 WIB
Tiang-tiang proyek monorel di Jalan Gelora, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2013). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan fisik proyek MRT akan mulai dikerjakan dalam waktu satu bulan. KOMPAS/WISNU WIDIANTOROTiang-tiang proyek monorel di Jalan Gelora, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2013). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan fisik proyek MRT akan mulai dikerjakan dalam waktu satu bulan.
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Jakarta Monorail (PT JM) Sukmawati Syukur menjamin penyelesaian proyek monorel di Jakarta. Dibantu tujuh perusahaan mitra, pembangunan monorel sepanjang 30 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp 8 triliun itu bakal dirampungkan dalam waktu tiga tahun.

"Kami yakin, bersama dengan tujuh mitra kami, maka kami dapat menyelesaikan pembangunan Jakarta Monorel yang membutuhkan nilai investasi sekitar Rp 8 triliun," kata Sukmawati dalam acara Penandatanganan Perjanjian Keikutsertaan Konsorsium Jakarta Monorel di Balaikota Jakarta, Sabtu (29/6/2013) siang.

Sukmawati mengatakan bahwa persiapan yang telah dan sedang dilakukan di antaranya menuntaskan seluruh kewajiban proses akuisisi PT JM. PT JM juga tengah menyelesaikan pembaruan studi kelayakan yang terakhir dilakukan PT JM pada tahun 2007.

Selain itu, PT JM menyelesaikan basic design review dan kontrak kerja sama terkait pembangunan monorel. Setelah semuanya itu selesai, maka diharapkan pelaksanaan pembangunan konstruksi fisik dan pengadaan kereta segera dapat dilakukan sehingga dapat selesai dalam waktu tiga tahun.

Salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium tersebut adalah Bangkok Mass Transportation System PCL of Thailand. Perusahaan ini merupakan operator transportasi massal berbasis rel swasta murni. Anak perusahannya telah melakukan penawaran saham perdana dan berhasil mencetak keuntungan sebesar 2 miliar dollar AS.

Mitra lainnya adalah China Communications Contruction Company Limited of China yang turut serta dalam pembangunan Jembatan Suramadu di Madura. Demikian pula Changcun Railways Vehicles Co. Limited, produsen kereta monorel yang telah mengoperasikan monorel sejak tahun 2003 di China dan mampu mengangkut 800.000 penumpang per hari.

Technology Electronics Limited sudah sejak awal tahun 2004 telah berpartisipasi dan salah satu pemegang saham di PT JM. Hingga saat ini setia mengikuti setiap langkah PT JM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

SMRT International Pte Ltd of Singapore selaku operator MRT di Singapura juga ikut dalam konsorsium ini. SMRT menjadi model bagi transportasi berbasis rel di Jakarta.

Adapun TUV Rhineland Group of Germany akan membantu dan mengarahkan secara teknis pelaksanaan monorel sehingga seluruh penanganannya berkualitas dunia. TUV merupakan spesikator railways terbesar di dunia.

"Jadi kita bermitra dengan perusahaan-perusahaan internasional yang telah memiliki pengalaman yang teruji di bidangnya. Karena itu, saya yakin bisa menyelesaikan sesuai target," ujar Sukmawati. (Bintang Pradewo)

Baca tentang


    Video Rekomendasi

    Sumber
    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemprov Banten Umumkan Desain Baru Tugu Pamulang, Wali Kota Tangsel: Jangan Bagus di Gambar Saja

    Pemprov Banten Umumkan Desain Baru Tugu Pamulang, Wali Kota Tangsel: Jangan Bagus di Gambar Saja

    Megapolitan
    Bahas APBD Perubahan, Pemkot Bekasi Anggarkan Rp 458 Miliar untuk Penanganan Covid-19

    Bahas APBD Perubahan, Pemkot Bekasi Anggarkan Rp 458 Miliar untuk Penanganan Covid-19

    Megapolitan
    Simpang Mampang Sering Banjir, Wawalkot Depok: Karena Warga Masih Buang Sampah ke Kali

    Simpang Mampang Sering Banjir, Wawalkot Depok: Karena Warga Masih Buang Sampah ke Kali

    Megapolitan
    Lokasi Ganjil Genap Jakarta Selama PPKM Level 3

    Lokasi Ganjil Genap Jakarta Selama PPKM Level 3

    Megapolitan
    Pemprov DKI Tak Lanjutkan Penyaluran Bansos Tunai

    Pemprov DKI Tak Lanjutkan Penyaluran Bansos Tunai

    Megapolitan
    Pemprov DKI Bangun Monumen Pahlawan Bangsa di TPU Karet Bivak

    Pemprov DKI Bangun Monumen Pahlawan Bangsa di TPU Karet Bivak

    Megapolitan
    Tangsel Catat 73 Kasus Kekerasan Anak sejak Januari 2021, Mayoritas Pelaku Orang Terdekat Korban

    Tangsel Catat 73 Kasus Kekerasan Anak sejak Januari 2021, Mayoritas Pelaku Orang Terdekat Korban

    Megapolitan
    Semula Rp 85.000, Tarif Tes Antigen di Stasiun KA Turun Jadi Rp 45.000

    Semula Rp 85.000, Tarif Tes Antigen di Stasiun KA Turun Jadi Rp 45.000

    Megapolitan
    Puslabfor Polri Olah TKP Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak KKO

    Puslabfor Polri Olah TKP Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak KKO

    Megapolitan
    Kapan Monas Dibuka Kembali untuk Umum?

    Kapan Monas Dibuka Kembali untuk Umum?

    Megapolitan
    Operasi Patuh Jaya 2021 Digelar, Polisi Sebut 400-500 Pelanggar Ditindak Per Hari

    Operasi Patuh Jaya 2021 Digelar, Polisi Sebut 400-500 Pelanggar Ditindak Per Hari

    Megapolitan
    Pemkot: Belasan Situ Berubah Jadi Perumahan Saat Depok Masih Bagian Kabupaten Bogor

    Pemkot: Belasan Situ Berubah Jadi Perumahan Saat Depok Masih Bagian Kabupaten Bogor

    Megapolitan
    Simpang Mampang Depok Sering Banjir, Warga Minta agar Segera Ditangani, Jangan Margonda Terus yang Dibenahi

    Simpang Mampang Depok Sering Banjir, Warga Minta agar Segera Ditangani, Jangan Margonda Terus yang Dibenahi

    Megapolitan
    Ada 25 Klaster Covid-19 di Sekolah Tatap Muka di Jakarta, Pemprov DKI Disebut Terkesan Tak Siap

    Ada 25 Klaster Covid-19 di Sekolah Tatap Muka di Jakarta, Pemprov DKI Disebut Terkesan Tak Siap

    Megapolitan
    Ada Kecelakaan Truk, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Sempat Macet Total

    Ada Kecelakaan Truk, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Sempat Macet Total

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.