Kompas.com - 30/06/2013, 08:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayor Jenderal Agus Sutomo (perahu tengah atas) menyusuri Kali Ciliwung, Jumat (5/4/2013). Di tempat ini Jokowi melihat prajurit Kopassus menjaring sampah kali kemudian diolah menjadi barang bernilai. Gubernur berencana melibatkan Tentara Nasional Indonesia menjadi kelestarian Ciliwung. 

KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYATGubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayor Jenderal Agus Sutomo (perahu tengah atas) menyusuri Kali Ciliwung, Jumat (5/4/2013). Di tempat ini Jokowi melihat prajurit Kopassus menjaring sampah kali kemudian diolah menjadi barang bernilai. Gubernur berencana melibatkan Tentara Nasional Indonesia menjadi kelestarian Ciliwung.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan orang turun membersihkan Kali Ciliwung Lama, Sabtu (29/6). Mereka membersihkan aliran kali sepanjang 18,5 kilometer. Puluhan ton sedimen dan sampah diangkut dari aliran kali yang membentang dari SD Negeri 03 Bidara Cina hingga Masjid Istiqlal.

Sebagian besar orang yang membersihkan aliran kali tersebut mengenakan seragam loreng-loreng. Mereka adalah anggota TNI Angkatan Darat Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta.

Para prajurit TNI AD itu tampak sigap. Mereka terjun ke kali dengan tetap mengenakan seragam loreng-loreng. Mereka menyisir kali menggunakan perahu karet untuk menyerok sampah yang mengapung di permukaan air.

Beberapa prajurit lain menceburkan diri ke kali. Mereka bermandi lumpur untuk mengangkat material yang berat, antara lain kayu, botol, dan kaleng. Berbagai material itu dikumpulkan dan dimasukkan ke karung.

Alat berat juga dioperasikan untuk membersihkan kali. Setidaknya ada lima ekskavator yang digunakan untuk mengeruk sedimen di aliran kali. Sedimen yang dikeruk itu langsung dimuat ke truk untuk segera dibuang.

Kepala Staf Kodam Jaya Brigadir Jenderal TNI Agung Risdhianto mengatakan, pembersihan kali dilakukan sebagai bentuk pengabdian TNI AD kepada rakyat.

”Jumlah prajurit TNI AD yang dikerahkan untuk kegiatan pembersihan kali sekitar 5.000 orang,” ujarnya.

Menurut Agung, pembersihan kali menjadi prioritas karena warga Ibu Kota selalu dihadapkan pada persoalan banjir saat musim hujan.

Perlu rutin setiap bulan

Kegiatan pembersihan kali dilakukan Kodam Jaya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan bertajuk Karya Bakti TNI itu juga melibatkan organisasi masyarakat, anggota Pramuka, dan warga Jakarta.

Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta datang meninjau pembersihan kali. Mereka berkumpul di posko TNI AD di lapangan parkir Masjid Istiqlal.

Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah mengaku senang bisa bersinergi dengan TNI AD dalam membersihkan kali. Dia pun mengimbau seluruh warga masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di kali.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta M Rudi Siahaan juga berharap warga Jakarta bisa bahu-membahu membersihkan kali. ”Pembersihan kali diharapkan dapat meminimalisasi dan mengeliminasi banjir di wilayah Ibu Kota,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berharap pembersihan kali bisa dilakukan rutin setiap bulan. Untuk itu, masyarakat harus terlibat. ”Masyarakat harus mempunyai rasa memiliki kota dan turut merawat kota,” katanya. (K08)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X