Kompas.com - 30/06/2013, 14:49 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menghadiri acara pemakaman Taufiq Kiemas di TMP kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (9/6/2013). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menghadiri acara pemakaman Taufiq Kiemas di TMP kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (9/6/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menginginkan Jakarta hidup kembali dengan slogan "Jakarta Baru" yang menjunjung tinggi nilai kepedulian sesama. Salah satu bentuk kepedulian antarsesama itu dapat ditunjukkan dengan memberi perhatian lebih kepada para pengguna narkoba.

"Kalau ada anak-anak yang terindikasi narkoba, jangan disembunyikan tapi diobati. Mending lapor puskesmas atau RT/RW setempat. Karena yang kita benci itu narkobanya, orangnya harus kita sayang," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Minggu (30/6/2013).

Apabila Pemprov DKI menemukan anak jalanan yang menggunakan narkoba, kata dia, sebaiknya anak itu dibimbing dan direhabilitasi dengan koordinasi Dinas Sosial bersama Badan Narkotika Nasional (BNN). Sementara itu, lurah dan camat akan bertindak sebagai pemerhati Ketua RT dan RW untuk dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat di lingkungannya.

"Kadang warga malu untuk cerita persoalan sensitif ini. Jadi, untuk membimbing itu, ya dengan Ketua RT RW-nya mencari mana warga yang terindikasi narkoba. Karena, mereka yang kenal lingkungan masing-masing," kata Basuki.

Oleh karena itu, ia pun berpikir Pemprov DKI akan terus mengembangkan langkah antisipasi penyalahgunaan narkoba. Di bulan suci Ramadhan, misalnya, ia akan mengimbau para ustaz dan ulama untuk menyampaikan syiar kepada jemaahnya juga untuk menghindari penggunaan obat terlarang itu.

Dia mencontohkan di Thailand. Menurutnya, rumah ibadah dilengkapi dengan fasilitas puskesmas untuk rehabilitasi warga-warganya yang menggunakan narkoba. Maka yang akan membimbing para pengguna narkoba itu adalah para pemuka agama.

Basuki juga mengatakan bahwa puskesmas di DKI juga telah dilengkapi dengan deteksi dini penggunaan narkoba. Apabila memiliki bekas jarum, dapat ditukarkan di puskesmas tiap kecamatan. Fasilitas itu, kata dia, telah dianggarkan dalam APBD DKI. Mulai dari obat-obatan, jarum suntik, dan sebagainya.

"Kita ingin Jakarta Baru yang membangkitkan kepedulian. Kita sekarang ini bukannya tidak tahu, tapi tidak peduli untuk tahu. Kita galakkan semuanya harus peduli untuk menjadi tahu lingkungan sekitarnya. Ini yang akan kita lakukan," imbuhnya.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    2 Pasien Positif Virus Corona Asal India di Tangsel Diduga Tertular dari Anaknya di Jakarta

    2 Pasien Positif Virus Corona Asal India di Tangsel Diduga Tertular dari Anaknya di Jakarta

    Megapolitan
    Dua Warga Serpong Utara Tangsel Terpapar Virus Corona Varian Baru Asal India

    Dua Warga Serpong Utara Tangsel Terpapar Virus Corona Varian Baru Asal India

    Megapolitan
    Truk Pengangkut Sayur Terjaring Razia di Tol Cikarang, Ternyata Isinya 7 Pemudik

    Truk Pengangkut Sayur Terjaring Razia di Tol Cikarang, Ternyata Isinya 7 Pemudik

    Megapolitan
    Alat Berat Sulit Masuk karena Akses Sempit, Pengangkatan Puing Longsor di Jagakarsa Dikerjakan Manual

    Alat Berat Sulit Masuk karena Akses Sempit, Pengangkatan Puing Longsor di Jagakarsa Dikerjakan Manual

    Megapolitan
    Sanksi untuk ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran, dari Teguran hingga Penurunan Pangkat

    Sanksi untuk ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran, dari Teguran hingga Penurunan Pangkat

    Megapolitan
    Gelap dan Berisiko Longsor Susulan, Puing Rumah di Jagakarsa Belum Diangkat

    Gelap dan Berisiko Longsor Susulan, Puing Rumah di Jagakarsa Belum Diangkat

    Megapolitan
    Longsor di Jagakarsa Rusak Rumah Warga, Tembok Retak dan Lantai Terangkat

    Longsor di Jagakarsa Rusak Rumah Warga, Tembok Retak dan Lantai Terangkat

    Megapolitan
    Catat, Ini Jadwal Terbaru KRL Selama Masa Larangan Mudik 6-17 Mei

    Catat, Ini Jadwal Terbaru KRL Selama Masa Larangan Mudik 6-17 Mei

    Megapolitan
    Sidang Kasus Kerumunan di Petamburan dan Megamendung, Saksi Ahli yang Dibawa Rizieq Shihab Akan Diperiksa

    Sidang Kasus Kerumunan di Petamburan dan Megamendung, Saksi Ahli yang Dibawa Rizieq Shihab Akan Diperiksa

    Megapolitan
    Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

    Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

    Megapolitan
    Kronologi Ditilangnya Pengemudi Pajero 'Jenderal' Kekaisaran Sunda Nusantara, Awalnya karena Pelat Palsu

    Kronologi Ditilangnya Pengemudi Pajero "Jenderal" Kekaisaran Sunda Nusantara, Awalnya karena Pelat Palsu

    Megapolitan
    Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi 'Duta Masker'

    Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi "Duta Masker"

    Megapolitan
    Seputar SIKM Jakarta, dari Cara Daftar hingga Syarat Dokumen

    Seputar SIKM Jakarta, dari Cara Daftar hingga Syarat Dokumen

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Dokumen Wajib Penumpang Pesawat di Masa Larangan Mudik | Sidang Rizieq

    [POPULER JABODETABEK] Dokumen Wajib Penumpang Pesawat di Masa Larangan Mudik | Sidang Rizieq

    Megapolitan
    Puing Longsoran Sumbat Kali, Ratusan Rumah di Jagakarsa Kebanjiran

    Puing Longsoran Sumbat Kali, Ratusan Rumah di Jagakarsa Kebanjiran

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X