Kompas.com - 01/07/2013, 08:16 WIB
Pengunaan E-tiket mulai dicoba di Halte Monumen Nasional, Jakarta, Selasa (22/1/2013). Pemerintah DKI Jakarta bekerja sama dengan BNI, BRI, BCA, Bank Mandiri, dan Bank DKI mengembangkan sistem e-ticketing Transjakarta. Penjualan kartu dilakukan di 13 shelter yaitu Blok M, Dukuh Atas, Sarinah, Harmoni, Kota, Pulogadung, Arion, Utan Kayu, Manggarai, Ragunan, GOR Sumantri, Mampang, dan Kuningan Barat. Namun, layanan e-ticketing sementara baru berlaku pada koridor 1 Blok M-Kotadan koridor lainnya menyusul sekitar bulan Februari-April tahun ini.

KOMPAS/LASTI KURNIAPengunaan E-tiket mulai dicoba di Halte Monumen Nasional, Jakarta, Selasa (22/1/2013). Pemerintah DKI Jakarta bekerja sama dengan BNI, BRI, BCA, Bank Mandiri, dan Bank DKI mengembangkan sistem e-ticketing Transjakarta. Penjualan kartu dilakukan di 13 shelter yaitu Blok M, Dukuh Atas, Sarinah, Harmoni, Kota, Pulogadung, Arion, Utan Kayu, Manggarai, Ragunan, GOR Sumantri, Mampang, dan Kuningan Barat. Namun, layanan e-ticketing sementara baru berlaku pada koridor 1 Blok M-Kotadan koridor lainnya menyusul sekitar bulan Februari-April tahun ini.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari ini, Senin (1/7/2013), e-ticketing dan tarif progresif dalam layanan KRL commuter line diberlakukan secara resmi. Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Perhubungan EE Mangindaan direncanakan meresmikan penggunaannya di Stasiun Manggarai sekitar pukul 09.00 WIB.

"Peresmian dilakukan dalam bentuk kegiatan penggunaan e-ticketing yang akan dilakukan Meneg BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Perhubungan EE Mangindaan, didampingi Dirut PT KAI Ignatius Jonan serta Dirut PT Telkom Arif Yahya," kata Manajer Komunikasi PT KCJ Eva Chairunisa melalui pesan singkatnya, Minggu (30/6/2013) malam.

Dalam tarif progresif, nantinya penumpang akan dikenakan biaya berdasarkan jarak. Awalnya, tarif progresif akan dikenakan harga Rp 3.000 per lima stasiun, dan Rp 1.000 untuk tiga stasiun berikutnya.

Namun, seiring turunnya subsidi dari pemerintah melalui penerapan Public Service Obligation (PSO), tarif progresif turun menjadi hanya Rp 2.000 per lima stasiun dan Rp 500 per tiga stasiun berikutnya.

Jika dicermati, pemberlakuan tarif progresif dibarengi pemberian PSO akan membuat harga tiket KRL commuter line tidak memiliki perbedaan harga yang jauh dengan tarif KRL ekonomi. Namun, PT KAI menegaskan bahwa KRL ekonomi masih tetap akan dioperasikan.

"KRL ekonomi tetap ada karena itu penugasan pemerintah, jadi enggak akan kami apa-apakan. Nanti masyarakat pengguna KRL ekonomi nyaris samalah (bayar tiketnya) dengan commuter line," kata Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops I Sukendar Mulya ketika dihubungi, Selasa (18/6/2013).

Sebagai contoh, rute Depok-Pasar Minggu akan terkena tarif KRL commuter line Rp 2.000, sementara tiket KRL ekonomi rute itu adalah Rp 1.500. Sementara untuk jarak jauh, misalnya jalur Bogor-Jakarta-Kota, total biaya yang akan dibayar penumpang KRL commuter line adalah Rp 5.000. Adapun tarif KRL ekonomi jalur tersebut adalah Rp 2.000.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 21 April: Bertambah 602, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 6.440

Update 21 April: Bertambah 602, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 6.440

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Depok, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Depok, 22 April 2021

Megapolitan
Penjambret Ponsel di Tambora Sudah 2 Kali Beraksi, Jual Hasil Curian ke Penadah di Pinggir Jalan

Penjambret Ponsel di Tambora Sudah 2 Kali Beraksi, Jual Hasil Curian ke Penadah di Pinggir Jalan

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Bekasi, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Bekasi, 22 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 22 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 22 April 2021

Megapolitan
Jambret Ponsel Pejalan Kaki di Tambora, Seorang Pemuda Ditangkap Polisi, Rekannya Kabur

Jambret Ponsel Pejalan Kaki di Tambora, Seorang Pemuda Ditangkap Polisi, Rekannya Kabur

Megapolitan
Mengenal Sumi Hastry Purwanti, Polwan Pertama yang Jadi Dokter Forensik

Mengenal Sumi Hastry Purwanti, Polwan Pertama yang Jadi Dokter Forensik

Megapolitan
1.637 Pasien Covid-19 Tersebar di Depok, Terbanyak di Kelurahan Tanah Baru, Beji

1.637 Pasien Covid-19 Tersebar di Depok, Terbanyak di Kelurahan Tanah Baru, Beji

Megapolitan
Pemprov DKI Minta Warga Laporkan ASN yang Nekat Mudik Lebaran

Pemprov DKI Minta Warga Laporkan ASN yang Nekat Mudik Lebaran

Megapolitan
Kisah Ratu Tisha, Masuk di Pusaran Sepak Bola Tanah Air hingga Dobrak Tradisi

Kisah Ratu Tisha, Masuk di Pusaran Sepak Bola Tanah Air hingga Dobrak Tradisi

Megapolitan
UPDATE 21 April: Pasien Covid-19 di Tangsel Bertambah Jadi 581 Orang

UPDATE 21 April: Pasien Covid-19 di Tangsel Bertambah Jadi 581 Orang

Megapolitan
Polisi Kejar Satu Lagi Pelaku Perang Sarung di Tangerang yang Tewaskan Lawannya

Polisi Kejar Satu Lagi Pelaku Perang Sarung di Tangerang yang Tewaskan Lawannya

Megapolitan
60 PNS Pemprov DKI Jakarta Meninggal Dunia akibat Covid-19

60 PNS Pemprov DKI Jakarta Meninggal Dunia akibat Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X