Mesin Tiket "Lemot", Calon Penumpang KRL Antre Panjang

Kompas.com - 01/07/2013, 08:37 WIB
Petugas keamanan membantu penumpang menggunakan tiket elektronik saat ujicoba tiket tersebut di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2013). Besok, tiket elektronik mulai digunakan secara resmi di seluruh KRL Comuter Line di Jabodetabek.
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPetugas keamanan membantu penumpang menggunakan tiket elektronik saat ujicoba tiket tersebut di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2013). Besok, tiket elektronik mulai digunakan secara resmi di seluruh KRL Comuter Line di Jabodetabek.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari pertama pemberlakuan tarif progresif kereta rel listrik commuter line, Senin (1/7/2013), diwarnai kekecewaan. Akibat sistem baru, antrean calon penumpang pun mengular di sejumlah stasiun.

Salah satunya terjadi di Stasiun KRL Depok. Mia (24), salah seorang pengguna commuter line, mengungkapkan, antrean ribuan penumpang mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB pagi. Antrean tersebut terjadi baik saat calon penumpang membeli tiket di beberapa loket maupun pada saat ingin masuk ke dalam stasiun.

"Iya, kan pemberlakuan tarif progresif, tapi pas mau dimasukin di mesinnya itu agak lemot. Jadi antre panjang," ujarnya kepada Kompas.com.

Deriska Putri (24), salah seorang pengguna commuter line lainnya mengungkapkan, akibat ketidaknyamanan tersebut banyak calon penumpang yang kecewa dan marah-marah sendiri. Mereka kecewa meski harga tiket kereta lebih murah, tetapi pelayanan malah menurun.

"Ibu-ibu sama bapak-bapak tadi banyak yang ngomel sendiri. Mereka komentarin, sebenarnya setuju sama tarif progresif, tapi panjang banget antreannya," ujarnya.

Deriska berharap, situasi tersebut ditanggapi oleh PT KAI dengan memperbanyak loket dan mempermudah proses validasi tiket saat ingin masuk stasiun. Ia berharap kondisi serupa tidak lagi terjadi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Minta Warga Selektif Pilih Restoran, Cari yang Terapkan Protokol Kesehatan

Pemprov DKI Minta Warga Selektif Pilih Restoran, Cari yang Terapkan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Sibuk Mengamati Target, Hampir Seluruh Agen Detektif Wanita Ternyata Masih Lajang

Sibuk Mengamati Target, Hampir Seluruh Agen Detektif Wanita Ternyata Masih Lajang

Megapolitan
Viral Video Warga Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Suspect di Kabupaten Bekasi, Ini Penjelasan Polisi

Viral Video Warga Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Suspect di Kabupaten Bekasi, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
Kumpulan Kisah Ahok Usai Aksi 411, Memilih Tinggal Dalam Rumah hingga Wacana Pindah Kewarganegaraan

Kumpulan Kisah Ahok Usai Aksi 411, Memilih Tinggal Dalam Rumah hingga Wacana Pindah Kewarganegaraan

Megapolitan
Covid-19 Kota Tangerang Meningkat, PSBB Diperpanjang hingga 23 Agustus

Covid-19 Kota Tangerang Meningkat, PSBB Diperpanjang hingga 23 Agustus

Megapolitan
UPDATE Sepekan Terakhir di Jakarta: Bertambah 3.271 Pasien Positif Covid-19 dan Terjadi 3 Kali Lonjakan

UPDATE Sepekan Terakhir di Jakarta: Bertambah 3.271 Pasien Positif Covid-19 dan Terjadi 3 Kali Lonjakan

Megapolitan
Wartawan Berbagi, Terinspirasi Pemulung Cari Ponsel Bekas untuk Belajar dari Rumah

Wartawan Berbagi, Terinspirasi Pemulung Cari Ponsel Bekas untuk Belajar dari Rumah

Megapolitan
Rentetan Penembakan Misterius di Tangsel, Beraksi di Jalan Raya Incar Pengendara

Rentetan Penembakan Misterius di Tangsel, Beraksi di Jalan Raya Incar Pengendara

Megapolitan
Polemik Informasi Pedagang Terpapar Covid-19 di Pasar Mayestik, Disebut Hoaks Kemudian Diakui

Polemik Informasi Pedagang Terpapar Covid-19 di Pasar Mayestik, Disebut Hoaks Kemudian Diakui

Megapolitan
Tiga Gerbang Tol Bekasi Berlakukan Ganjil Genap

Tiga Gerbang Tol Bekasi Berlakukan Ganjil Genap

Megapolitan
Wagub DKI: Delapan Persen Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Berusia di Bawah 19 Tahun

Wagub DKI: Delapan Persen Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Berusia di Bawah 19 Tahun

Megapolitan
Satu Tahun Pascakejadian, Pemerkosa di Bintaro Akhirnya Ditangkap Setelah Korban Memviralkan Kisahnya

Satu Tahun Pascakejadian, Pemerkosa di Bintaro Akhirnya Ditangkap Setelah Korban Memviralkan Kisahnya

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kenangan Ahok soal Demo 411, Tolak Mengungsi ke Pulau | Pemerkosa di Bintaro Ditangkap

[POPULER JABODETABEK] Kenangan Ahok soal Demo 411, Tolak Mengungsi ke Pulau | Pemerkosa di Bintaro Ditangkap

Megapolitan
UPDATE 9 Agustus, Kasus Positif Covid-19 Aktif di Kota Bekasi Terbanyak Se-Jawa Barat

UPDATE 9 Agustus, Kasus Positif Covid-19 Aktif di Kota Bekasi Terbanyak Se-Jawa Barat

Megapolitan
Hal-Hal yang Harus Diingat Saat Sanksi Ganjil Genap Kembali Berlaku

Hal-Hal yang Harus Diingat Saat Sanksi Ganjil Genap Kembali Berlaku

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X