Kompas.com - 01/07/2013, 14:04 WIB
Novi Amelia diwawancara wartawan menjelang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (28/5/2013). Novi akan menjalani sidang perdanan terkait kasus laka lantas yang dialaminya. BERITA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHANovi Amelia diwawancara wartawan menjelang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (28/5/2013). Novi akan menjalani sidang perdanan terkait kasus laka lantas yang dialaminya.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Seusai menjalani pemeriksaan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (1/7/2013), model foto Novi Amelia bergegas pergi. Ia dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani tes urine.

Mengenakan kemeja warna abu-abu, celana jeans hijau, dan topi warna biru, Novi tampak meninggalkan Mapolres Metro Jaksel dengan tergesa-gesa tanpa menjawab pertanyaan dari wartawan. Mobil Toyota Avanza warna hitam bernomor polisi B 1950 LKN yang dikendarainya langsung membawa ia ke RS Polri untuk menjalani tes urine dan kejiwaan.

BERITA KOTA/ANGGA BN Novi Amelia, pengemudi Honda Jazz yang menabrak tujuh orang di Jakarta Barata, berbicara kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di FX Senayan, Jakarta Pusat, Senin (12/11). Novi didampingi kuasa hukumnya, Cris Sam Sewu dan keluarga memaparkan kronologis kejadian dan latar belakang Novi.


Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Kus Subiantoro mengatakan, Novi baru saja menjalani pemeriksaan di Mapolrestro Jaksel. Namun, sampai saat ini hasil penyelidikan belum keluar. Untuk itu, ia belum dapat memastikan apakah Novi terindikasi penyalahgunaan narkoba atau tidak.

"Apakah di bawah pengaruh narkoba, itu juga masih kita dalami," kata Kus saat ditemui di kantornya, Senin siang.

Kus mengatakan, pada Senin pagi tadi, Novi diantar oleh seorang tukang ojek ke Mapolrestro Jaksel. Wanita yang sempat terlibat kecelakaan di Taman Sari, Jakarta Barat, pada Oktober 2012, itu hendak menuju ke rumah temannya dengan menumpang ojek. Saat melewati Jalan Mampang Prapatan, Jaksel, Novi tiba-tiba berperilaku aneh.

"Dalam perjalanan, yang bersangkutan tiba-tiba mengamuk, berteriak-teriak, sambil membuang barang-barangnya yang ada di dalam tas," kata Kus.

Sebelumnya disebutkan pula bahwa Novi sempat mencoba membuka bajunya. Namun, Kus mengatakan belum dapat memastikan hal tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hanya saat itu tukang ojek yang mengantar Novi memiliki inisiatif untuk segera membawanya ke Polres," ujar Kus.

Menurut informasi yang dihimpun oleh Kompas.com, saat dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Selatan, Novi sempat meronta-ronta. Ia berusaha melucuti seluruh pakaian yang sedang dipakainya.

Nama Novi mencuat setelah ia menabrak tujuh pejalan kaki di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Oktober tahun lalu. Saat itu ia mengendarai mobil dengan hanya mengenakan pakaian dalam. Saat ini ia masih menjalani sidang atas peristiwa itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Megapolitan
Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Megapolitan
Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Megapolitan
Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Megapolitan
Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.