Psikolog: Novi Amelia Harusnya Ditahan biar Jera

Kompas.com - 01/07/2013, 16:20 WIB
Novi Amalia (berkaus kuning) dipindahkan dari Polsek Metro Tamansari hendak dibawa ke Rs Polri untuk diperiksa kejiwaannya, Jakarta, Jumat (12/10/2012). Pada kamis (9/10/2012) sore, Novi yang mengendarai Honda Jazz warna merah menabrak sejumlah warga sipil dan polisi lalu lintas di Jalan Gajah Mada.

KOMPAS/LASTI KURNIANovi Amalia (berkaus kuning) dipindahkan dari Polsek Metro Tamansari hendak dibawa ke Rs Polri untuk diperiksa kejiwaannya, Jakarta, Jumat (12/10/2012). Pada kamis (9/10/2012) sore, Novi yang mengendarai Honda Jazz warna merah menabrak sejumlah warga sipil dan polisi lalu lintas di Jalan Gajah Mada.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Novi Amelia kembali bertingkah aneh dengan membuka bajunya saat naik ojek di kawasan Mampang, Senin (1/7/2013) dini hari. Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel, menilai, terdakwa kasus kecelakaan lalu lintas di Jalan Hayam Wuruk itu pantas untuk ditahan ketimbang hanya direhabilitasi.

"Untuk kasus Novi, saya pribadi tidak pernah setuju dengan rehabilitasi sebagai pengganti hukuman fisik. Terlepas apakah Novi nekat bugil karena dalam pengaruh narkoba atau berhalusinasi, dia harus menjalani hukuman fisik supaya dia benar-benar jera," kata Reza saat dihubungi.

Reza berharap bahwa jajaran penegak hukum, termasuk masyarakat, memberi hukuman untuk mengubah kepribadian Novi. "Saya sangat berharap Novi itu dianggap penjahat kambuhan. Residivis," kata Reza tegas.

Lebih lanjut, Reza juga menyayangkan mengapa pihak kejaksaan tidak melakukan penahanan terhadap Novi. Padahal, Novi kini tengah menjalani sidang kasus kecelakaan lalu lintas di Taman Sari, Jakarta Barat, pada Oktober 2012 lalu.

"Novi itu harus tahu rasanya masuk bui. Keluarganya juga harus dilibatkan dalam proses hukum. Tahan saja!" kata Reza lagi.

Novi Amelia adalah model majalah dewasa yang pernah membuat heboh akibat aksi menyetir ugal-ugalannya di Jalan Gajah Mada-Hayam Wuruk, Taman Sari, Jakarta Barat. Kala itu, Novi yang hanya berbalut bikini mengendarai mobil hingga menabrak tujuh orang sampai terluka.

Kasus itu saat ini sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Novi sempat berharap dia tidak ditahan, dan proses hukumnya segera selesai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Senin dini hari tadi, Novi kembali berulah dengan nyaris menanggalkan seluruh pakaiannya. Aksi Novi itu lalu dihentikan tukang ojek, yang kemudian membawanya ke Mapolsektro Mampang, sebelum akhirnya dipindah ke Mapolrestro Jakarta Selatan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Sumber Warta Kota
    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kasus Wafatnya Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa: Diduga Kelelahan, Kegiatan Tak Berizin

    Kasus Wafatnya Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa: Diduga Kelelahan, Kegiatan Tak Berizin

    Megapolitan
    UPDATE 30 November: Tambah 2 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    UPDATE 30 November: Tambah 2 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    Hari Ini, Munarman Jalani Sidang Perdana Kasus Terorisme

    Hari Ini, Munarman Jalani Sidang Perdana Kasus Terorisme

    Megapolitan
    Mahasiswi Wafat Saat Pembaretan, Komandan Menwa Riza Patria: Kegiatan Fisik Tak Boleh Dominan!

    Mahasiswi Wafat Saat Pembaretan, Komandan Menwa Riza Patria: Kegiatan Fisik Tak Boleh Dominan!

    Megapolitan
    Aturan Terbaru Masuk Mal dan Bioskop di Jakarta Saat DKI Kembali Terapkan PPKM Level 2

    Aturan Terbaru Masuk Mal dan Bioskop di Jakarta Saat DKI Kembali Terapkan PPKM Level 2

    Megapolitan
    UPDATE 30 November: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 18 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    UPDATE 30 November: Tambah 2 Kasus di Kota Tangerang, 18 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    Wagub DKI Berbelasungkawa atas Wafatnya Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa

    Wagub DKI Berbelasungkawa atas Wafatnya Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa

    Megapolitan
    UPDATE 30 November: 44 Kasus Baru di Jakarta, Nihil Kematian akibat Covid-19

    UPDATE 30 November: 44 Kasus Baru di Jakarta, Nihil Kematian akibat Covid-19

    Megapolitan
    Masih Pandemi, Ridwan Kamil Sarankan Reuni 212 di Masjd Az Zikra Sentul Dibatalkan

    Masih Pandemi, Ridwan Kamil Sarankan Reuni 212 di Masjd Az Zikra Sentul Dibatalkan

    Megapolitan
    Reuni 212 di Sentul, Anies dan Riza Disebut Belum Terima Undangan

    Reuni 212 di Sentul, Anies dan Riza Disebut Belum Terima Undangan

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

    Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

    Megapolitan
    Dinkes DKI: Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun Akan Digelar di Sekolah

    Dinkes DKI: Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun Akan Digelar di Sekolah

    Megapolitan
    Dibanding Juli 2021, Jumlah Penumpang MRT Jakarta Naik 596 Persen

    Dibanding Juli 2021, Jumlah Penumpang MRT Jakarta Naik 596 Persen

    Megapolitan
    Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

    Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

    Megapolitan
    Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

    Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.